| Kamis, 29 September 2005 | NASIONAL |
SOSOKSafari ke Kiai
APA yang dilakukan KH Hayatun Abdullah Hadziq setelah terpilih menjadi Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jateng versi Abdurrahman Wahid (Gus Dur)? ''Saya sedang sibuk sowan-sowan dan safari ke para kiai, habib, dan alim ulama di Jawa Tengah,'' kata Gus Yatun panggilan KH Hayatun Abdullah Hadziq. Pengasuh Pondok Pesantren Yayasan Hadziqiyah, Balekambang, Nalumsari, Jepara itu, mengakui mendapat amanat yang berat saat masuk ke DPW dalam kondisi menghadapi persoalan internal partai. ''Tetapi insya Allah dengan dukungan para kiai, alim ulama, dan habib, persoalan internal itu akan selesai dengan sendirinya.'' Safari yang dilakukannya, kata bapak tiga anak itu, tidak hanya sowan ke para kiai yang masih hidup, tetapi juga yang sudah meninggal. ''Kami datang ke pesarean-nya, seperti KH Arwani Kudus,'' tuturnya. Beberapa kiai yang di-sowani, antara lain KH Sya'roni Ahmadi (Kudus), KH Muadz Thohir (Pati), KH Hafidh Satori (Demak), KH Masruri Mughni (Brebes), KH Dimyati Rois (Kaliwungu, Kendal), KH Mahfudh Ridlwan (Kabupaten Semarang), KH Abdul Aziz (Wonogiri), KH Muh Hilal Adnan (Boyolali), dan lain-lain. ''Yang menarik, semua kiai yang saya datangi, semua menolak muktamar kubu Alwi Shihab. Semua mendukung PKB Gus Dur,'' tegas kiai kelahiran Jepara tahun 1962 itu. Menurut Gus Yatun, setelah persoalan internal partai, pihaknya segera melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan pemilu, Pilgub 2008, dan pilihan bupati/wali kota di beberapa daerah yang belum dilaksanakan. ''Semuanya menyita tenaga, pikiran, dan perhatian,'' tegasnya.(Jamal Al-Ashari-34) | ||||