| Kamis, 29 September 2005 | SEMARANG |
Jelang Kenaikan Harga, Konsumsi BBM MeningkatGROBOGAN - Menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 Oktober, jumlah anggota masyarakat yang ingin mendapatkan bahan bakar terus meningkat. Hingga kemarin, antrean panjang masih terjadi di beberapa SPBU di Kabupaten Grobogan. Bahkan, antrean yang mayoritas mobil hingga memakan jalan raya. Peningkatan terjadi diduga karena kepanikan masyarakat terkait dengan rencana kenaikan harga BBM sehingga ada dugaan beberapa orang menimbun. Sekretaris Fraksi Partai Grokar (FPG) DPRD Grobogan Drs Budi Susilo mengemukakan, dalam keadaan sulit mendapatkan BBM seperti sekarang tampaknya masih banyak yang ngangsu premium (bensin) di beberapa SPBU. Mereka tidak lagi menggunakan jerigen tetapi tangki motor dan mobil. Sebab, jika menggunakan jerigen jumlahnya dibatasi dan harus menunggu pembeli langsung. ''Caranya, mereka antre bensin layaknya yang lain. Tangki motor/mobil dipenuhi lalu dituangkan ke dalam jerigen. Lalu, mereka kembali antre untuk memenuhi kembali tangki motor masing-masing,'' paparnya. Minta Tambahan Seharusnya, ujar dia, petugas SPBU tidak melayani pembelian secara berulang-ulang dari orang yang sama. Untuk mengatasi masalah itu sebenarnya Pemkab sudah mengajukan permintaan tambahan kepada Pertamina. Namun, Pemkab belum tahu apakah permintaan itu disetujui atau tidak. Alokasi premium untuk Kabupaten Grobogan setiap hari 144 kiloliter dan solar 128 kiloliter. Asisten II Pemkab Drs Nurhadi MM didampingi Kabag Humas Adi Djatmiko SH mengemukakan, untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai dinas/instansi yang terlibat di dalamnya. ''Memang terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU. Kami sudah meminta tambahan stok kepada Pertamina,'' ungkapnya. Kapolres Grobogan AKBP Drs Bedjo Sulaksono melalui Kasat Reskrim Polres Grobogan Iptu Hidayat L menuturkan, belakangan ini pihaknya sudah memantau di sejumlah SPBU. Tak hanya itu, para pembeli yang menggunakan jerigen juga dipantau. ''Kami selalu memantau apakah BBM akan ditimbun atau tidak,'' tandasnya. (H3-37j) |