logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 September 2005 SEMARANG
Line

Pengobatan Gratis PLN di 14 Puskesmas

SEMARANG- PT PLN (Persero) APJ Semarang menggelar pengobatan gratis di Puskesmas Bandarharjo, Mangkang Kulon, dan Karanganyar pada Senin (26/9). Kegiatan tersebut dalam rangka peringatan Ke-60 Hari Listrik Nasional (Harlisnas).

Selain itu, 11 puskesmas lain, seperti Puskesmas Ngaliyan, Purwoyoso, Manyaran, Panjangan, Kedung Mundu, Erowosari, Pegandan, Kagok, Lerep Ungaran, Ungaran, dan Puskesmas Bergas juga melaksanakan pengobatan serupa. Hanya, ke-11 puskesmas itu bukan ditangani PT PLN APJ Semarang, tapi PLN Indonesia Power, PLN Pikitring, PLN Udiklat, PLN P3B, PLN Jasa Produksi, dan PLN ICON Plus Region.

''Semua puskesmas yang ditunjuk Senin itu, harus memberikan pelayanan gratis bagi pasien. Namun, setiap puskesmas hanya dijatah maksimal 100 pasien,'' ungkap koordinator Pelaksana Hj Kuspuji Hartini didampingi Humas H Gunadi BE.

Meski yang mendapat pelayanan gratis itu hanya diberi kuota 100 pasien, beberapa puskesmas menerima pasien lebih dari itu. Contohnya, Puskesmas Bandarharjo yang melayani 150 pasien, Puskesmas Karanganyar (101), dan Puskesmas Mangkang Kulon yang membuka di perkampungan nelayan Desa Tanggulsari menerima 110 pasien. Mengingat, di daerah-daerah tersebut banyak warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

''Maklum, Bandarharjo termasuk perkampungan sering terkena rob, sehingga warganya sulit menanggulangi kesehatan lingkungan. Got-got yang mengelilingi kampung itu berwarna hitam dan bau amis, sehingga rawan jentik nyamuk,'' ungkap Gunadi.

Sebenarnya, tutur dia, Puskesmas Karanganyar ingin membuka pengobatan gratis di masyarakat yang membutuhkan, seperti dilakukan Puskesmas Mangkang Kulon di Desa Tanggulsari. Namun karena ada miskomunikasi dengan panitia maka pengobatan terpaksa dilakukan di puskesmas.

''Kami lebih suka melayani pengobatan di tengah masyarakat yang membutuhkan,'' kata Kepala Puskesmas Karanganyar, dokter Umi Kulsum.

Pihaknya memberikan masukan kepada panitia agar pengobatan gratis tidak hanya pembelian tiket dan obat. Namun, juga ditambah dengan biaya tindakan yang terjadi pada saat itu. Seperti penggantian perban, cabut gigi, jahit-menjahit bagi yang kecelakaan, dan KB. (H13-56s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA