logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 September 2005 SEMARANG
Line

Mengenalkan Teknologi Hp pada Anak SD

PULUHAN siswa SD, Selasa (27/9) siang itu terlihat antusias menyimak penjelasan mengenai berbagai layanan telepon seluler (ponsel). Bocah-bocah itu pun melontarkan berbagai pertanyaan, seperti perbedaan antara BTS dan radar atau mengapa bentuk ponsel semakin kecil.

Suasana semacam itu terlihat saat school visit bertema "Mengenal Dunia Seluler dalam Rangka Bulan Bahasa" yang digelar Telkomsel di aula SD Islam Al Azhar 25 Semarang, Jl Puspogiwang. Kegiatan yang dipandu Irine Yulie Trisharyani dari event organizer Education Card (EC) itu, anak-anak memperoleh penjelasan secara sederhana menyangkut teknologi ponsel.

"Ponsel bisa mengirim pesan pendek dengan SMS. Apakah adik-adik ada yang tahu kepanjangan SMS," tanyanya.

Pertanyaan itu pun langsung ditanggapi bocah-bocah itu. Ada yang mengucapkan kata ''sistem'', ada pula yang menyebutkan kata ''surat''. Akhirnya Irine menjelaskan bahwa SMS adalah singkatan dari short message service atau menyampaikan pesan pendek dengan menggunakan ponsel.

Pengenalan teknologi telepon selular juga dilakukan dengan praktik. Seorang siswa yang bernama Alda diminta memotret temannya, Bunga.

''Sekarang Alda pura-pura akan memotret foto model yang cantik,'' ujar Irine.

Saat itu pula, anak-anak lain langsung tertawa. Terlihat wajah Alda merona merah dan tersipu-sipu. Bocah itu kemudian menerima ponsel yang disodorkan Irine dan mulai mengarahkan kamera di belakang alat komunikasi itu ke wajah Bunga.

Anak-anak itu kemudian menerima penjelasan bahwa foto Bunga bisa dikirimkan kepada orang lain menggunakan teknologi MMS (multimedia message service). Teknologi itu juga bisa dipakai untuk melihat rekaman video, games atau mendengarkan musik.

Irine juga menjelaskan, ponsel tidak boleh digunakan sembarangan. Dia mengatakan, alat itu sebaiknya tidak digunakan saat mengisi BBM di SPBU karena bisa menimbulkan ledakan.

''Jadi adik-adik bisa mengingatkan papa atau mamanya untuk mematikan ponsel saat mengisi bensin,'' kata dia.

Bawa PDA

Kepada Suara Merdeka, Irine mengatakan bahwa program school visit untuk memberikan pengetahuan mengenai teknologi telepon seluler kepada anak-anak.

Dia mengakui, anak-anak itu sebenarnya sudah cukup mengenal ponsel. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang sudah membawa personal data assistant (PDA). Meski demikian, dia tetap berusaha menyampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Dengan program semacam itu, dia berharap anak-anak tidak menjadi generasi gagap teknologi.

''Nantinya, siapa yang menguasai teknologi, merekalah yang akan mengusai dunia,'' ungkapnya.

Sementara itu Supervisor Service Quality Telkomsel Jateng Gatot Priyo Utomo, juga memberikan penjelasan, seperti saat bocah-bocah itu melontarkan pertanyaan mengenai BTS dan radar.

Kepada anak-anak itu, Gatot menjelaskan bahwa BTS dan radar sama-sama menggunakan gelombang radio. BTS berfungsi untuk menerima gelombang radio dari telepon seluler dan kemudian memancarkannya kembali kepada telepon seluler lain.

Ini tentu berbeda dengan radar yang memancarkan gelombang radio pada suatu benda, kemudian menerima kembali pantulan gelombang itu.

Ada juga pertanyaan yang cukup menggelitik yang dilontarkan anak-anak itu. Mengapa pulsa ponsel lebih mahal dibanding dengan telepon rumah.

''Ponsel punya banyak kelebihan, seperti mudah dibawa ke mana-mana. Kalau telepon rumah tentu tidak bisa,'' jawabnya. (Purwoko-60m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA