| Kamis, 29 September 2005 | SEMARANG |
Fokuskan Pembangunan Desa TertinggalWAJAH bahagia terpancar jelas dari Bambang Guritno dan Siti Ambar Fathonah, siang kemarin. Sebab, pasangan yang diusulkan PKB-PKPI dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 31 Juli, kemarin dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Semarang periode 2005 - 2010. Ontran-ontran menjelang pilkada lalu seakan terhapus dengan pelantikan oleh Gubernur atas dasar surat edaran Mendagri tersebut. Dan, tidak dimungkiri sebagian anggota DPRD masih menolak adanya pelantikan. Menanggapi berbagai pro-kontra antaranggota DPRD tersebut, Bambang Guritno menegaskan, akan selalu membuka pintu rekonsiliasi dengan para wakil rakyat. ''Kami akan bersama-sama legislatif membangun kabupaten ini. Saya menganggap, konflik pilkada lalu telah usai dan merupakan pembelajaran politik. Sekarang saatnya berpikir untuk rakyat,'' ujar pria yang akrab disapa BG itu. Untuk program 100 hari ke depan, pasangan BG-Ambar masih memfokuskan pada pembangunan desa tertinggal. ''Program 100 hari sudah terencana di Bappeda. Kami akan melanjutkan program lima tahun ke depan yang belum bisa dikerjakan pada lima tahun lalu,'' ungkap BG yang sebelumnya juga menjabat bupati periode 2000 - 2005 itu. Perbaiki Pendidikan Pekerjaan yang belum selesai itu, ujar dia, adalah totalitas pembangunan desa tertinggal. ''Dari 235 desa masih ada 44 desa yang masih tertinggal atau 28%. Pada lima tahun lalu, masih ada 60% desa tertinggal,'' ungkap pria berusia 48 tahun tersebut. Selain itu, di bidang pendidikan pihaknya berjanji akan memperbaiki tingkat pendidikan termasuk sarana dan prasarana penunjang. Dengan adanya wakil bupati (setelah kosong hampir empat tahun), dia berharap, seluruh kinerja Pemkab dapat berjalan dengan lebih baik. ''Pengalaman menjadi bupati selama lima tahun akan menjadi bekal untuk bekerja sama dengan wakil saya demi kepentingan rakyat,'' ujarnya. Sementara itu, Siti Ambar Fathonah yang merupakan Ketua Muslimah Kabupaten Semarang bertekad akan memperjuangkan hak-hak wanita. ''Selain itu, masalah pendidikan anak sejak dini harus menjadi perhatian, mengingat zaman yang sudah semakin menua,'' ungkap wanita kelahiran 21 November 1958 itu. Wanita yang menjadi pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) BPC Jateng tersebut menyatakan siap mengemban amanat sebagai wakil bupati. (Rony Yuwono-37j) |