| Kamis, 29 September 2005 | SEMARANG |
26.000 Orang Ditargetkan Ikuti Kerja BaktiSEMARANG - Wali Kota Sukawi Sutarip, Jumat (30/9) berencana mencanangkan Hari Krida. Kegiatan itu akan dilanjutkan dengan kerja bakti massal terpanjang dengan mengerahkan peserta hingga puluhan ribu orang. Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebersihan Kota Semarang Cahyo Bintarum, Rabu (28/9), seusai rapat koordinasi kegiatan tersebut di Balai Kota. Dia mengemukakan, menurut rencana kegiatan itu diikuti 26.000-an peserta. Sementara itu, lokasi kerja bakti mulai dari perbatasan Semarang-Kendal ke timur sampai perbatasan Kota Semarang-Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak sepanjang lebih kurang 26 km. Kegiatan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari gerakan Resik-resik Kutha yang diprakarsai Suara Merdeka, New Exi Production, Pemkot, dan didukung Djarum 76. Dia mengungkapkan, pencanangan kegiatan Hari Krida dipusatkan di Simpanglima Semarang. Setelah itu, Wali Kota memberikan komando kepada peserta di berbagai tempat melalui radio komunikasi. Untuk mendukung kegiatan itu, pihaknya juga meminta bantuan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Sementara itu, Direktur New Exi Production Wisnu Pudjonggo mengemukakan, jumlah peserta adalah 26.000 orang atau 1.000 orang di setiap kilometer. Mereka akan dikoordinasikan oleh 26 koordinator lapangan (korlap) dan dibantu 260 pembantu korlap. Anggota ORARI atau RAPI yang memantau kegiatan itu adalah dua orang pada setiap kilometer. Dengan demikian, untuk jarak 26 kilometer akan melibatkan 52 anggota kedua organisasi itu. Untuk mengamankan kegiatan itu dibantu 520 aparat. ''Rencananya, kegiatan itu juga dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri),'' ucap dia. Humas Suara Merdeka Eriyati R Saptoputratmo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Muri. Pada saat pelaksanaan, petugas dari Muri akan mengecek dengan menyusuri lokasi. Rencananya, sekitar pukul 10.00 hasilnya akan diumumkan. Jika terlaksana, kegiatan itu akan tercatat dalam museum rekor. (G6-60j) |