logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 September 2005 SEMARANG
Line

Besok, Kartu Kompensasi Mulai Dibagikan

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Jumat (30/9) besok mulai membagikan kartu Program Kompensasi Pengurangan Subdisi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM) bagi warga Kota Semarang. Jumlah kartu yang dibagikan, menurut YMT Kepala BPS Kota Semarang Drs Sarminto MSi, sebanyak 69.646 lembar. Jumlah itu sesuai dengan kepala keluarga (KK) sangat miskin, miskin, dan hampir miskin yang tersebar di 177 kelurahan.

Sarminto mengakui, jumlah itu lebih sedikit dibanding usulan BPS, yakni 96.555 KK. Hal itu lantaran pada saat penjaringan atau pendataan, banyak penduduk yang seharusnya tidak masuk kriteria, namun ikut diusulkan.

Kartu kompensasi BBM itu, lanjut Sarminto, diterima BPS, Selasa (27/9) malam. Saat ini, seluruh staf BPS diterjunkan untuk meneliti dan mencocokkan kartu dengan daftar penduduk hasil pendataan. Menurut rencana, hari ini (29/9) seluruh kepala kelurahan dan kecamatan diundang ke Balai Kota untuk mendapat penjelasan soal pencairan dana kompensasi BBM. Sedangkan pencairan dana dapat dilakukan mulai 1 Oktober.

Sarminto menjelaskan, pemegang kartu berhak mendapatkan subdisi Rp 100 ribu/bulan. Mereka adalah kelompok keluarga sangat miskin dengan pendapatan Rp 120 ribu/orang/bulan, kelompok miskin dengan pendapatan Rp 150 ribu/orang/bulan, dan kelompok hampir miskin dengan pendapatan Rp 175 ribu/orang/bulan.

''Pembagian kartu rencananya dilakukan oleh BPS di kelurahan-kelurahan. Sedangkan pencairan, dilakukan oleh PT Pos Indonesia setempat,'' lanjutnya.

Ia menambahkan, penduduk yang paling banyak mendapat kartu kompensasi BBM terdapat di Kelurahan Tanjungmas sebanyak 1.895 KK, sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kelurahan Terboyo Kulon, sebanyak 38 KK. Saat ini, 475 petugas BPS dipersiapkan untuk melakukan pembagian kartu.

Kepala Kantor Infokom Drs Ulfi Imran Basuki mengatakan, rapat Muspida plus Rabu (28/9), membahas soal antisipasi kenaikan BBM. Rapat yang dihadiri Kajari, Dandim, Kantor Imigarsi, Denpom, Kapolwil, Kepala Pengadilan Negeri, dan Danlanal itu membahas rencana teknis untuk meredam gejolak akibat kenaikan BBM. (H5-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA