| Kamis, 29 September 2005 | SEMARANG |
Pasar Johar Dilirik InvestorSEMARANG - Pasar Johar yang merupakan salah satu ikon Kota Atlas akan hilang kalau tidak ada upaya penyelamatan. Peringatan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Prof Ir Eko Budihardjo MSc, Selasa (27/9) lalu. Dia mengungkapkan, sekitar dua minggu lalu seseorang menemuinya sambil menyerahkan rancangan pemugaran Pasar Johar menjadi pasar modern dengan nama Johar Baru Trade Center. Pasar tradisional rancangan Thomas Karsten itu akan diubah menjadi gedung enam lantai. Akibatnya, beberapa bagian yang merupakan ciri khas pasar tersebut bakal hilang. ''Kalau dilihat dari desain itu, seluruh bangunan pasar sekarang akan berubah. Tidak ada lagi penanda sejarah Kota Semarang,'' ungkap Prof Eko yang baru saja mendapat penghargaan dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI). Bersama dengan empat tokoh lain, Rektor Undip itu dinilai berjasa dalam perkembangan ilmu arkeologi di Indonesia. Meski baru rancangan atau desain pembangunan, perlu ada upaya penyelamatan pasar tersebut. Kalaupun nanti Pemkot Semarang benar-benar akan melakukan pemugaran, pihaknya mengusulkan pembahasan terlebih dulu. Dia menyatakan, sebenarnya tidak anti terhadap pembangunan pasar itu, asalkan ke arah yang lebih baik. Namun dia sangat menyayangkan apabila sejumlah bangunan yang merupakan ciri khas dan memiliki nilai sejarah bakal hilang. ''Kalau diubah sebaiknya ciri pasar tersebut tetap dipertahankan. Bangunan baru bisa diletakkan di belakangnya, sehingga bangunan yang bernilai sejarah tetap ada,'' tandasnya. Desain yang diterima Rektor Undip tersebut menggambarkan bangunan pasar berubah menjadi gedung megah. Namun bangunan baru itu tak jauh berbeda dengan gedung pada umumnya. Pada desain tertulis pemilik proyek adalah Pemkot Semarang, manajemen proyek PT Trimatra Jaya Persada, dan PT Inti Solid Pratama sebagai konsultan. ''Dalam waktu dekat, DP2K akan membahas penyelamatan gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah. Jangan sampai kejadian seperti Gedung Marabunta terulang lagi.'' Belum Tahu Kepala Dinas Pasar Tommy Yarmawan Said mengaku belum mengetahui soal pembangunan Pasar Johar. Tommy menepis spekulasi bahwa upaya pengosongan kios-kios di kompleks Kanjengan merupakan rangkaian dari renovasi pasar tersebut. ''Soal renovasi atau pemugaran, saya belum bisa menjawab. Gambar teknisnya saja kami belum menerima,'' ungkapnya. Sementara itu Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng Widya Wijayanti mengatakan, rencana renovasi pasar patut diwaspadai. Widya menguraikan, beberapa waktu lalu mendapat salinan surat dari Ir Ciputra, bos Group Ciputra. Surat itu, tutur Widya, merupakan surat balasan yang ditujukan kepada Prof Eko Budihardjo. Dalam surat tersebut, Ir Ciputra yang dikonfirmasi Prof Eko soal rencana pemugaran Pasar Johar, mengaku tidak tahu. Ir Ciputra justru baru mendengar rencana pemugaran dari Prof Eko. Pada bagian akhir, dia mendukung dan bangga atas upaya yang dilakukan para pakar untuk merawat dan menyelamatkan benda cagar budaya. (H7,H5-60d) |