| Kamis, 29 September 2005 | KEDU & DIY |
Peredaran Narkoba Sulit DideteksiPURWOREJO - Ratusan pelajar, pejabat pemerintah, dan para tokoh masyarakat mengikuti sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba, Rabu (28/9). Dosen Psikologi Undip Dra Hastining Sakti, yang hadir selaku pembicara dalam acara itu lebih banyak mengajak dialog para peserta. Misalnya saja kepada Moh Saefi siswa kelas II SMA Islam Sudirman, Bruno, dia bertanya, apakah dia sering mengantuk di sekolah. Mendapat pertanyaan tersebut pelajar berpenampilan kalem itu dengan jujur menjawab, ''sering''. ''Kenapa sering mengantuk?'' tanya Hastining Sakti. Pertanyaan kedua itu pun dijawab dengan apa adanya, ''Karena begadang''. Pelajar di daerah pegunungan Purworejo itu mengaku sering tidur malam dan sering badminton pada malam hari. Kepada Apriyani murid SMA Negeri 6, dosen cantik dan ramah itu bertanya apakah pernah mendapat keluhan dari temannya yang ditinggal pacar. Kepada pelajar yang lain bernama Sinta ditanyakan juga apakah teman-temannya ada yang sering mengantuk di dalam kelas. Dia bertanya juga kalau ada guru yang marah bagaimana sikap para murid. Dalam forum itu Hastining Sakti berusaha mengorek berbagai permasalahan kaum remaja di sekolah. Dia juga sempat bertanya apakah ada anak sekolah yang matanya sering terlihat merah. Dari situ rupanya dia ingin tahu apakah ada murid yang bercirikan seperti pecandu narkoba. Berkat dibuka dialog dengan beberapa peserta menjadikan acara sosialisasi narkoba itu terlihat hidup. ''Masalah remaja itu banyak sekali. Soal narkoba itu nanti,'' kilahnya. Ketua DPRD Angko Setyarso Widodo dalam acara yang sama menyatakan, masalah penyalahgunaan narkoba sudah mencapai taraf yang cukup memprihatinkan. Tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga sudah merambah ke kota kabupaten dan bahkan desa-desa. Menurut Angko, memang peredaran narkoba sulit dideteksi dan sangat rapi. Dengan demikian, masyarakat tidak segera menyadari apabila di antara anggota keluarganya ada yang sudah terjerat narkoba. Kalau kondisi itu tidak diantisipasi, menurut Angko, tidak tertutup kemungkinan generasi muda kita akan menjadi generasi narkoba. Maka dia mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba dan peredarannya. (yon-36v) |