logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 September 2005 KEDU & DIY
Line

Permintaan Vaksin Unggas Melonjak

  • Warga Takut Terkena Virus Flu Burung

MAGELANG - Dinas Pertanian Kota Magelang kebanjiran telepon dari masyarakat yang meminta unggas dan ternaknya divaksinasi serta kandang disemprot desinfektan.

Bahkan, ada yang langsung datang ke kantor tersebut. ''Sudah seminggu ini telepon kantor terus berdering, sehari minimal lima kali telepon yang masuk,'' kata Sugiyanto SPt, Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Magelang, Rabu (28/9), di sela-sela penyemprotan binatang piaraan berikut kandangnya di objek wisata Taman Kyai Langeng.

Untuk saat ini, tambahnya, permintaan masyarakat belum bisa dilayani karena instansi itu masih sibuk dengan penyemprotan peternakan babi, pasar burung maupun pasar tempat transit ayam. ''Setelah pekerjaan ini selesai, kami akan melayani permintaan warga.''

Karena itu, dia meminta pemberian vaksin unggas milik warga dilakukan per RT atau RW. ''Warga bisa mengumpulkan binatang piaraannya di satu tempat, kemudian kami datang. Untuk itu, warga tidak dipungut biaya apa pun.''

Mengenai penyemprotan di Taman Kyai Langgeng, Sugiyanto menerangkan, virus avian influenza (AI) bisa tersebar melalui kotoran burung-burung liar yang singgah di taman ini. Karena itu, binatang piaraan maupun kandang yang ada di Taman Kyai Langgeng harus disemprot.

Mengenai ketersediaan vaksin, dia menjelaskan, saat ini ada 50.000 dosis bantuan dari Pemprov Jateng. Sebelumnya, Pemprov sudah mengirim 200.000 dosis kemudian 30.000 dosis, tapi itu sudah habis.

Koleksi binatang Taman Kyai Langgeng terbilang lengkap, antara lain ayam mutiara, iguana (kadal besar), kera, menjangan, derkuku, mliwis, merpati, dan mambruk. Satu per satu kandang disemprot, termasuk kandang raksasa yang berisi aneka macam burung.

Taman Kyai Langgeng sebenarnya merupakan objek wisata yang dikhususkan bagi pemeliharaan tanaman langka, dengan tujuan pelestarian dan sebagai tempat pendidikan. Sekarang ini, tempat itu memiliki 200 jenis tanaman langka, seperti pohon kurma, asem jawa, cendana, dewandaru, mentaok, kepel, keben, kayu hitam, dan biola cantik.

Dirut Taman Kyai Langgeng Y Bunari menerangkan, sejak lama menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian setempat. ''Setiap setengah bulan, dilakukan pemeriksaan.'' (P60-36m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA