logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 September 2005 KEDU & DIY
Line

1,9 Juta Orang Cacat Membutuhkan Perhatian

KEBUMEN-Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jateng Drs Suwoko SH mengungkapkan, saat ini di Jateng terdapat 1.933.000 orang cacat dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang butuh perhatian.

''Pemerintah tak mungkin mengatasi sendiri. Harus ada perhatian secara lintas sektoral dan multidisiplin guna mengurangi masalah tersebut,''ujarnya pada kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen, kemarin.

Menurutnya, dari 1,9 juta PMKS itu, tersebar di berbagai daerah di Jateng, dengan masalah yang dihadapi mulai cacat mental, cacat, tubuh, cacat netra, cacat ganda, hingga anak-anak telantar dan penyandag psikotis atau orang gila.

Dikatakan, UPSK yang melibatkan berbagai pihak mulai dokter umum dan spesialis, ahli kesehatan, LSM dan konsultan serta kader itu sebagai upaya terobosan mengatasi PMKS di berbagai daerah. Di Jateng, kegiatan ini telah dilakukan sedikitnya di 25 kabupaten.

Apalagi PMKS kini bukan hanya terdiri penyandang cacat, namun juga para jompo telantar, anak telantar, anak jalanan, orang gila dan sebagainya. Mereka perlu ditangani bersama, dibina dan diarahkan, kemudian dirujuk sesuai dengan hasil identifikasi atas masalah sosial yang dihadapi.

Perluas Kader

Bupati Kebumen Rustriningsih menyambut baik kegiatan UPSK tersebut. Kegiatan itu diharapkan lebih mensejajarkan peran, kedudukan dan hak serta kewajiban para penyandang cacat.

Menurut Bupati, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan kader Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) bulan Agustus lalu yang diikuti 30 orang dari Kecamatan Kebumen dan Pejagoan, dan merupakan bentuk kepedulian terhadap para penyandang cacat sehingga perlu diperluas jangkauannya.

Menurut Bupati, penyandang cacat merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang punya kedudukan, hak, kewajiban serta peran sama di segala aspek kehidupan sesuai Undang-undang No 4/1997. Guna mewujudkan kesamaan tersebut, diperlukan sarana dan upaya memadai, terpadu dan berkesinambungan yang pada akhirnya menciptakan kemandirian dan kesejahteraan penyandang cacat.

Dalam UPSK di Kebumen selama dua hari (27-28/9), targetnya bisa menjangkau 175 penyandang cacat dan noncacat yang telah diseleksi oleh kader RBM.(B3-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA