| Kamis, 29 September 2005 | KEDU & DIY |
Diduga Mencuri, Tewas DimassaWONOSOBO - Menjelang Ramadan, di Wonosobo terjadi dua tindak kekerasan yang merenggut korban jiwa. Seorang menjadi korban amuk massa di Desa Kalikuning, Kecamatan Kalikajar, pada tengah malam (Selasa 27/9), yakni Agus Santosa (18), pemuda pengangguran. Informasi yang dihimpun Suara Merdeka menyebutkan, Agus Santosa yang diduga sering melakukan pencurian di desanya, ketika sedang bermain di Taman Plaza Kota Wonosobo diajak pulang ke desa oleh dua teman sekampungnya. Setelah "diinterogasi" oleh pemuda setempat, Agus Santosa mengaku telah beberapa kali melakukan pencurian di desanya. Di antaranya, mencuri uang di rumah Kaur Kesra, Wahyu Rozi; Turyono; Warjiman, Imbuh, dan Teguh. Namun dalam perjalanan ke rumah kepala dusun Agus berusaha melarikan diri. Tetapi naas, Agus terperosok ke selokan, sehingga bisa ditangkap lagi oleh para pemuda. Tewas Dipukul Tanpa diketahui yang memulai, kelompok pemuda yang jengkel karena Agus berusaha kabur tersebut melakukan pemukulan ke arah korban. Hal itu, langsung diikuti oleh puluhan pemuda setempat. Dalam keadaan tidak berdaya, korban Agus dibawa ke Polsek Kalikajar. Namun sebelum sampai Polsek, Agus menghembuskan napas terakhir. Kapolres Wonosobo, AKBP Drs Agus Broto Waspodo didampingi Kasatreskrim, AKP Sitorus yang ditemui Suara Merdeka kemarin mengatakan, 10 orang asal Desa Kalikuning yang diduga melakukan pengeroyokan/penganiayaan terhadap korban Agus Santosa saat ini ditahan. Tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu, terdiri atas Dwi Cahyono (18), Budiono (18), Warisman (26), Teguh Ahmadi (29), Kasimin (28), Gito Cahyono (30), Sukadi (21), Eko Subagio (26), Imbuh P (39), Maladi (20). Mereka mengaku melakukan pengeroyokan tanpa menggunakan senjata. (P55-36a) |