| Kamis, 29 September 2005 | KEDU & DIY |
Cegah Penimbunan, Intel DiterjunkanMAGELANG - Kapolresta Magelang, AKBP Drs Jhonny Siahaan SH MH mengimbau masyarakat untuk membeli premium sesuai dengan kebutuhan. ''Jangan coba-coba melakukan penimbunan, karena pasti kami tindak lanjuti sesuai dengan perintah pimpinan Polri,'' tegasnya Rabu (28/9). Imbauan itu disampaikan, karena hingga kemarin antrean panjang masih terjadi di semua stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Kota Magelang. Bahkan, pemilik kendaraan bermotor rela menunggu berjam-jam di pompa bensin, sampai mobil tangki yang mengangkut premium datang. Meski demikian, Kapolresta mengatakan, kecil kemungkinan ada upaya penimbunan. ''Dalam keadaan seperti ini, kalau ada yang berani menimbun, itu perbuatan nekat. Sebab, pasti ketahuan, karena masyarakat akan melaporkan kepada kami.'' Dia menerangkan, untuk mencegah terjadinya penimbunan, seluruh jajaran intel akan diturunkan, termasuk dari Kodim 0705 Magelang dan Kejari Kota Magelang. Namun, sampai saat ini belum ada informasi telah terjadi penimbunan bahan bakar, termasuk premium dan minyak tanah. Menurutnya, kelangkaan BBM jenis premium hampir merata di semua kota, dari Yogyakarta hingga Semarang. ''Tadi malam (Selasa-Red), saya dari Semarang pukul 24.00, melihat di semua pompa bensin terjadi antrean panjang kendaraan,'' katanya. Berkaitan dengan kelangkaan BBM, tambahnya, Muspida Kota Magelang dua hari lalu sudah mengadakan rapat membahas masalah itu. Sebentar lagi, wali kota akan mengeluarkan edaran menyangkut pembatasan pembelian BBM. Misalnya, pembelian premium dibatasi setiap mobil hanya 20 liter/hari, dan minyak tanah dua liter/hari. Beli Secukupnya Selain itu, pemilik kendaraan juga diimbau tidak membawa mobil atau sepeda motor yang sudah mendapat premium di SPBU, kemudian sampai di rumah disedot untuk disimpan. Setelah itu, antre lagi di pompa bensin hingga berulang-ulang. ''Belilah secukupnya, supaya warga yang lain juga bisa mendapatkannya.'' Di SPBU Mertoyudan, sejak pagi masyarakat sudah antre, padahal saat itu mobil tangki sedang mengedrop premiun sebanyak 24 ton. Panjangnya atrean mencapai sekitar 500 meter. Hal itu menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi tersendat. Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Trunan, Menowo, Canguk, dan lainnya. Bahkan di Tempuran, Kabupaten Magelang, antrean mencapai dua kilometer. Yang jelas, akibat kelangkaan premium, angkota maupun angkudes yang beroperasi menjadi berkurang. Anak-anak sekolah yang biasa berangkat atau pulang menggunakan kendaraan jenis itu, untuk sementara waktu beralih ke kendaraan mikrobus dengan bahan bakar solar yang hingga kini masih mudah didapat. (P60-36a) |