logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 September 2005 INTERNASIONAL
Line

Damrey Tewaskan 74 Orang di Asia

HANOI - Topan Damrey melemah Rabu kemarin setelah menimbulkan kerusakan luas dan menewaskan paling tidak 74 orang dalam sepekan ketika melanda Filipina, China selatan, Thailand, dan Vietnam.

Damrey melemah menjadi depresi tropis sementara kecepatan angin menurun menjadi hanya 38 km per jam dari sekitar 200 km per jam, kata Observatori Hong Kong.

Topan itu menewaskan 33 orang di Vietnam, Selasa lalu, kata para pejabat prakiraan cuaca. Badai tersebut juga menewaskan 16 orang di China selatan, empat di Thailand, dan 16 di Filipina.

Setelah melewati Vietnam utara, badai itu menimbulkan hujan lebat dan angin kencang di Laos.

Sejumlah saksi mata mengatakan jalan-jalan di ibu kota Laos, Vientiane, kemarin tampak seperti rawa becek, dan hubungan telepon putus.

Laporan mengenai kerugian harta benda belum bisa segera diperoleh, tetapi harian Vientiane Times melaporkan kecepatan angin mencapai 100 km per jam, menghantam provinsi-provinsi tengah negara itu Selasa petang.

Pejabat prakiraan cuaca Vietnam mengatakan topan itu melemah setelah memasuki Laos.

Topan itu menewaskan dua orang masing-masing di Provinsi Nam Dinh dan Thanh Noa di Vietnam utara dan menyebabkan 11 orang terluka. Sekitar 300.000 orang diungsikan dari daerah-daerah pantai tempat jaringan tanggul bobol.

Kerugian Rp 10,5 Triliun

Menurut perkiraan awal, Damrey - topan paling hebat melanda Vietnam dalam satu dasawarsa - menimbulkan kerugian harta benda miliaran dolar AS,'' kata seorang pejabat prakiraan cuaca.

Kementerian Urusan Sipil China menjelaskan, badai itu menyebabkan kerugian harta benda senilai 8,5 miliar yuan ( sekitar Rp 10,5 triliun) di Provinsi Hainan, Guangdong, dan Guangsi sampai Senin malam, saat 436.000 orang diungsikan.

Wakil Gubernur Hainan Wu Changyuan mengatakan 20.000 rumah hancur di provinsi pulau itu, sementara 380 km jalan rusak, dan 704.000 hektare tanah pertanian hancur, kata kantor berita Xinhua.

Selasa petang, Xinhua melaporkan kerugian ekonomi mencapai 10 miliar yuan dan korban tewas 16 orang.

Di Filipina, topan itu membuat lebih dari 8.000 orang dari sembilan kota di semenanjung Bicol, tenggara Manila, mengungsi. Ratusan hektare tanah pertanian terendam banjir.

Seorang pejabat penerbangan Vietnam mengatakan 10 penerbangan dari bandara internasional Noi Bat di Hanoi dibatalkan atau ditunda Selasa lalu, sehingga sekitar 1.000 penumpang telantar. Wilayah itu gampang diserang badai tropis dan topan, yang menimbulkan kerusakan luas dan menewaskan beberapa orang dalam musim ini.

Di Bangkok, sedikitnya empat orang tewas dan lima lainnya belum ditemukan setelah bagian Damrey melintasi bagian utara Thailand dan menyebabkan banjir yang meluas, kemarin.

Dua orang tewas dilaporkan di Provinsi Chiang Mai dan dua lagi di provinsi yang bersebelahan yakni Lampang. Sementara lima warga desa masih belum ditemukan, kata Departemen Peringanan dan Perlindungan Musibah Kementerian Dalam Negeri.

Suthat Paochareon (55) dan Amnuay Apichai (42) tewas ketika kendaraan mereka terperosok ke dalam kanal berair deras di distrik Phao kemarin pagi.

Noi Ruken (60) juga tewas akibat badai tersebut, tapi penyebab kematian masih belum diketahui.

Dua orang mengalami luka-luka dan sedikitnya 18 ribu orang mengalami kerugian pada enam provinsi antara lain Prae, Mae Hong Son, Phayao dan Chiang Rai, demikian pernyataan departemen tersebut.

Pernyataan itu memperingatkan penduduk bagian Thailand utara kemungkinan terkena banjir bandang.(ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA