logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 September 2005 EKONOMI
Line

Ronny Wahyudi Dirut PT KAI yang Baru

JAKARTA-Pemisahan PT Kereta Api (KA) Jabotabek menjadi anak perusahaan PT KA (spin off) akan diselesaikan tahun ini, dan programnya akan dimulai 2006.

"Secara prinsip saya sudah setuju, apalagi sudah ada dukungan dari Menteri Perhubungan. Jadi, tahun ini proses spin off sudah bisa dilakukan, tetapi realisasinya mulai tahun depan,'' kata Meneg BUMN Sugiharto seusai menghadiri pelantikan direksi baru PT KAI di Kantor Meneg BUMN kemarin. Ronny Wahyudi yang sebelumnya Staf Ahli Direksi dan Kepala Eksploitasi Sumatera Selatan dilantik menjadi direktur utama menggantikan Omar Berto.

Adapun anggota posisi direksi lain, yakni Direktur Keuangan dijabat Achmad Kuntjoro menggantikan Imam Pamudji. Posisi Direktur Operasi ditempati Soedarmo Ramadhan yang menggantikan Juda Sitepu. Sedangkan posisi Direktur Teknik diduduki mantan Kadaop 2 Bandung Makbul Sujudi yang menggantikan Syahrijal Siregar.

Kursi Direktur Personalia dan Umum ditempati mantan Ketua Serikat Pekerja PT KAI Amien Abdurrachman yang menggantikan Masjraul Hidayat. Sementara posisi Direktur Pengembangan Usaha diisi Julison Arifin yang menggantikan Eduard Nababan.

Terpilih sebagai Komisaris Utama Soemino Eko Saputro menggantikan Iskandar Abubakar. Adapun Omar Berto sendiri ditunjuk menjadi komisaris mengggantikan Anang Sunarto, Komisaris Heckinus Manau Komisaris Pandu Djajanto menggantikan Victor Hutapea

Selanjutnya Komisaris Independen Koessuyudono menggantikan Firman Siregar, dan Komisaris Independen Agus Gurlaya Kartasasmita menggantikan Haris Fabillah.

Spin Off

Lebih lanjut Sugiharto mengungkapkan, pemisahan Divisi PT KA Jabotabek menjadi anak perusahaan tersendiri, untuk membidik potensi pergerakan penumpang di kawasan ini yang mencapai 25 juta penumpang per hari.

Selama ini, lanjut dia, PT KA hanya mampu mengangkut sekitar 450-600 ribu per hari, sehingga diperlukan upaya lain untuk menangkap peluang itu, antara lain penggunaan sistem angkutan massal (Mass Rapid Transportation/MRT). Melalui kerangka itu, bisa jadi nanti yang digunakan untuk mewujudkan MRT, tak harus sistem rel KA, tetapi bisa juga yang lain, seperti yang dipakai di sejumlah negara maju.

''Lewat spin off itu, arahnya tidak harus selalu diprivatisasi, tetapi yang terpenting seluruh aset PT KA di Jabotabek ini dijadikan aset dari kendaraan bisnis perusahaan (Special Vehicle Purpose/SPV company) yang 100 persen sahamnya milik PT KA sampai regulasinya dimungkinkan adanya kerjasama dengan swasta atau pihak lain yang berminat bahkan BUMN asing,'' paparnya.

Terkait pelantikan itu, Sugiharto dalam pidatonya mengaku agak terlambat dari yang dijadwalkan 1-2 bulan lalu. "Saya kira, keterlambatan itu tidak menjadi masalah, karena dilantik hari ini bertepatan dengan HUT PT KA yang ke-60. Jadi, ini sebagai hadiah di hari ulang tahun," katanya.

Tugas pertama direksi baru, mewujudkan janji pemerintah beberapa waktu lalu, tentang persetujuan persamaan kesejahteraan karyawan BUMN Perkeretaapian itu minimal sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kedua, perlunya leadership reform (reformasi kepemimpinan) dari kondisi kultural kurang baik, seperti paternalistik menjadi agresif dan mandiri. Budaya kalahan atau karyawan tak boleh lagi demotivasi, tetapi harus sebaliknya.

Masa bakti direksi PT KA di bawah Dirut Omar Berto sebenarnya masa baktinya sudah selesai sejak Juni 2004. (bn-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA