| Kamis, 29 September 2005 | EKONOMI |
Aset BPR BKK Naik Rp 84,45 MPURBALINGGA-Perkembangan PD BPR BKK/BKK di Purbalingga hingga akhir Agustus 2005 menunjukan hasil menggembirakan. Hal itu ditunjukan dengan meningkatnya total aset Rp 77,77 miliar pada Agustus 2004 menjadi Rp 84,45 miliar pada akhir Agustus 2005, atau naik sebesar 8,59 persen. ''Demikian pula dengan dana masyarakat yang dihimpun melalui tabungan dan deposito meningkat dari Rp 57,38 miliar pada 2004 menjadi Rp 64,43 miliar pada akhir Agustus 2005. Sedangkan jumlah penabung mencapai 57.694 nasabah. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat semakin baik,'' kata Sekda Subeno. Sekda mengatakan hal itu dalam acara Penyaringan Hadiah Tamades PD BPR BKK/BKK Kabupaten Purbalingga di halaman Kantor Kecamatan Bobotsari, Selasa (27/9). Hadiah utama yang diundi, 6 sepeda motor Supra Fit, 6 kulkas 2 pintu, 6 TV 21 inci, dan 5 tabungan Tamades. Ada juga hadiah lain dari tiap BPR BKK/BKK. ''Kepercayaan masyarakat terhadap BPR BKK/BKK merupakan modal utama untuk berkembang di tengah ketatnya persaingan antarlembaga keuangan. BPR sebagai lembaga keuangan mikro yang sebagian besar nasabahnya masyarakat pedesaan harus dapat memahami adat dan norma di masyarakat,'' katanya. Sementara Tomi Setyanto dari Bank Indonesia (BI) Purwokerto mengingatkan perbankan untuk tetap memperhatikan ketentuan mengenai prinsip mengenal nasabah. Penerapan prinsip ini sangat penting, karena Indonesia masih dicap sebagai negara yang tidak kooperatif dalam pemberantasan pencucian uang. ''Oleh karena itu, Bank Indonesia mengimbau seluruh pengelola bank, termasuk BPR agar selalu meningkatkan kualitas dan efektivitas penerapan prinsip itu, khususnya dalam melakukan identifikasi dan pelaporan keuangan yang mencurigakan,'' tegas Tomi. Dia menilai, kinerja BPR BKK/BKK di Purbalingga mengalami peningkatan cukup baik. Hal itu terlihat dari perkembangan beberapa indikator dalam satu tahun terakhir. Antara lain, kredit yang disalurkan meningkat dari Rp 67 miliar menjadi Rp 82 miliar. ''Kemudian Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 98,54 persen. Hal ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan di Kabupaten Purbalingga sudah berjalan dengan baik,'' kata Tomi.(F10-33) |