SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Rabu, 28 September 2005

JAKARTA-Tindakan masyarakat yang terkesan 'kalap' dengan menyerbu SPBU untuk membeli BBM sejak beberapa hari ini, berpengaruh negatif terhadap pergerakan rupiah. Hal itu terlihat pada penutupan perdagangan di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa petang, rupiah ditutup di posisi Rp 10.275 per dolar AS.

SEMARANG-Bank Jateng terus berupaya menyalurkan kredit usaha mikro, kecil dan menengah. Hal ini tak lepas dari keberadaan UKM yang merupakan subsektor ekonomi potensial yang masih perlu digarap secara optimal. Bagi perbankan potensi itu menjadi peluang dalam pemberian jasa pelayanan, termasuk penyaluran dana.

SEMARANG-Akibat kenaikan harga minyak diesel dan minyak bakar industri hingga lebih 100% beberapa waktu lalu, berimbas pada perkembangan industri grafika di Jateng. Pasalnya, pembelian bahan baku industri grafika masih didominasi produk yang dinilai dengan kurs dolar AS, seperti kertas dan tinta.

 

JAKARTA-Penjaminan pemerintah (blanket guarantee) atas dana masyarakat di perbankan berakhir sejak 22 September 2005. Sejak itu penjaminan simpanan nasabah bank dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai amanat UU No 24/2004. Namun besarnya dana yang dijamin LPS itu terus berkurang.

JAKARTA-Saham PT Multi Agro Persada Tbk (TRPK) secara efektif akan dihapuskan pencatatannya (delisting) dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 25 Oktober 2005. Perusahaan keluar dari bursa, karena ingin menjadi perusahaan tertutup (go private). "Dengan telah dipenuhinya prosedur delisting, maka bursa dapat menyetujui penghapusan pencatatan efek dari BEJ efektif per 25 Oktober 2005," kata Kadiv Pencatatan Sektor Rill BEJ Yose Rizal, Selasa (27/9).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA