| Rabu, 28 September 2005 | PANTURA |
Ribuan Ayam Pernah Terjangkit Flu BurungPEMALANG - Ribuan ayam di Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Pemalang, pernah terjangkit penyakit flu burung (AI/avian influenza) pada 2003. Ayam kemudian dibakar dan dikubur. Namun, saat itu tidak sampai mengakibatkan penularan kepada manusia. Hal itu diungkapkan staf kesehatan hewan Subdin Peternakan Kabupaten Pemalang, dokter hewan Noor Khasanah, didampingi petugas lapangan Kecamatan Taman, Triyatno. Namun, penyakit unggas yang membahayakan itu kini tidak muncul lagi di Pemalang. ''Sekarang pada umumnya ternak unggas di Pemalang menderita penyakit pernafasan biasa atau cronik resperator disease (CRD). Jumlahnya mencapai 10 persen dari populasi seluruhnya,'' katanya sebelum acara penyemprotan ternak unggas di Desa Cibelok dan Kabunan, Kecamatan Taman. Menurutnya, sekarang belum ditemukan penyakit flu burung. Pada 2003, jumlah ternak ayam yang terkena penyakit flu burung di Desa Kabunan mencapai ribuan, bahkan yang terpaksa dibakar oleh para pemiliknya sebanyak 11.000 ekor. Namun, pada saat itu tidak sampai terjadi penularan terhadap manusia. Hingga kini, para pemilik dan pekerja peternakan di Desa Kabunan masih tetap memelihara ayam ras. Mereka hidup sehat. Namun, jumlah populasi di desa itu kini jauh berkurang. Pada 2003 populasinya mencapai 15.000 ekor, kini cuma sekitar 5.000 ekor. Berkurangnya jumlah populasi ternak tersebut bukan disebabkan oleh ketakutan warga memelihara ayam ras, tetapi akibat berkurangnya bibit ayam (DOC-red) di pasaran. Minat para peternak sebenarnya masih tinggi, tetapi DOC langka di pasaran dan naik harganya. Pada situasi normal, harga DOC untuk tiap ekor Rp 2.500, sekarang mencapai Rp 3.000/ekor. Itu pun sulit didapat di pasaran. Padahal, saat ini iklimnya bagus untuk ternak ayam ras. Mungkin karena hal itu, jumlah DOC di pasaran berkurang. Ledakan penyakit flu burung pada 2003 tersebut dijadikan pelajaran menarik bagi Subdin Peternakan, yaitu dengan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kegiatan peternakan. Pemalang memiliki sentra peternakan di Kecamatan Taman, Petarukan, Ulujami, dan Pemalang. Di samping itu, juga dilakukan penyuluhan kepada para peternak untuk menjaga kebersihan kandang, terutama terhadap ternak yang didatangkan dari luar daerah. Sebelumnya, perlu dilakukan penyemprotan lebih dahulu dan penyuntikan vaksin. (sf-50h) |