| Rabu, 28 September 2005 | OLAHRAGA |
Alwi Tidak Terpengaruh Skorsing PB PASISEMARANG - Pelatih klub atletik Locomotive Salatiga Alwi Mugianto merasa tidak terpengaruh dengan skorsing atas dirinya dan Trianingsih oleh PB PASI. Latihan tetap berjalan dan pihaknya tetap optimistis bisa masuk kontingen SEA Games Manila November mendatang. "Harus diingat, saya dan Trianingsih adalah pelatih dan atlet proyek Indonesia Bangkit (IB), yang dibentuk oleh KONI Pusat. Jadi keberadaan kami di Pelatnas, tidak ada kaitannya dengan PB sehingga kami tidak terpengaruh oleh skorsing tersebut," jelas Alwi, petang kemarin. Seperti berita sebelumnya, PB PASI telah menjatuhkan skorsing tidak terbatas kepada atlet-atlet Pelatnas SEA Games, di antaranya Trianingsih, Erni Ulatningsih, Agus Prayogo, Johari Johan, termasuk pelatih Alwi Mugianto, sekitar pertengahan Agustus lalu. Mereka dianggap indisipliner, karena nekat mengukuti lomba lari Indonesia 10 K yang berlangsung di Bali, 14 Agustus lalu, kendati sebelumnya PB sudah melarang kepada atlet Pelatnas turun di kejuaraan yang menyediakan hadiah total ratusan juta tersebut. Namun sampai sekarang skorsing tersebut belum dicabut, sehingga mereka terancam tidak bisa memperkuat kontingen Merah Putih di Manila. "Program Indonesia Bangkit merupakan proyek KONI, sehingga yang memberangkatkan kami ke Manila nanti adalah KONI Pusat, bukan PB PASI. Lagi pula keikutsertaan kami di Bali, sudah seizin dari KONI Pusat," tandasnya. Sampai saat ini persiapan Trianingsih tetap lancar, tidak perpengaruh dengan skorsing tersebut. Demikian halnya, gaji bulanan sebesar Rp 4 juta untuk Alwi dan Rp 2 juta bagi Trianingsih, termasuk uang harian untuk konsumsi dan akomodasi sebesar Rp 80.000/orang/hari tetap lancar, terhitung sejak dua tahun lalu. "Pengawasan kepada kami cukup ketat. Minimal dua bulan sekali, tim Wasdal dari KONI Pusat datang ke Salatiga. Dengan persiapan yang cukup matang, kami tetap optimistis Trianingsih bisa bicara di nomor 5.000 meter dan 10.000 meter, di SEA Games XXII." Lalu bagaimana tentang nasib Erni Ulatningsih sebagai juara bertahan nomor marathon SEA Games, Agus Prayogo dan Johari Johan sampai saat ini belum jelas? "Skorsing tersebut tidak mendidik, karena tidak ada peringatan sebelumnya. Seharusnya diawali peringatan I, peringatan II, baru kemudian menjatuhkan skorsing." (C16-28v) |