| Rabu, 28 September 2005 | OLAHRAGA |
Aceh Terima Rp 35 M dari FIFAJAKARTA- Program bantuan dari FIFA Development senilai 3,5 juta dolar AS (sekitar Rp 35 miliar) untuk sepakbola Aceh pasca-gempa bumi dan gelombang tsunami 26 Desember silam, segera dicairkan. Pada awal Oktober depan, program tersebut sudah bisa dijalankan. "Program bantuan ini akan dilaksanakan pada awal Oktober hingga selesai," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes, didampingi pelaksana program untuk bantuan sepakbola Aceh dari PSSI, Kaharuddin Syah di Jakarta, Senin (26/9). Menurut dia, bantuan tersebut tidak berbentuk uang tunai. Bantuan yang diperuntukkan bagi pemulihan pembangunan dan pembinaan sepakbola Aceh itu langsung ditangani FIFA melalui Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Ia mengatakan, rinciannya senilai satu juta dolar (Rp 10 miliar) akan dipergunakan untuk pembangunan stadion sepakbola di Aceh dan Meulaboh. Selain itu, senilai 400 ribu dolar (Rp 400-an juta) untuk perbaikan ruangan dan lapangan sepakbola di sejumlah stadion, serta 100 ribu dolar (Rp 100-an juta) untuk pengadaan sepatu bola. "Sisanya akan ditentukan kemudian," kata Nugraha, yang juga mengatakan bahwa PSSI ikut menyumbang senilai Rp100 juta untuk sepakbola Aceh. PSSI juga memberikan perlakuan istimewa kepada tim-tim dari Aceh, yakni Persiraja, PSSB Bireun, dan PSAP Sigli, untuk tidak mengikuti kompetisi Divisi I 2005. Meski tak ikut kompetisi, mereka tidak didegradasi ke divisi II. Sebelumnya, FIFA telah memberikan bantuan untuk sepakbola Aceh berupa pelatihan untuk wasit, pelatih, dan coaching clinic sepakbola untuk pemula. Di samping itu, FIFA juga telah menyelenggarakan turnamen yang diikuti enam tim Aceh serta sumbangan perlengkapan sepakbola satu kontainer. Bencana tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 membuat sebagian wilayah Banda Aceh dan Meulaboh luluh lantak. Ratusan ribu korban jiwa jatuh tersapu gelombang mahadahsyat. Rumah-rumah penduduk, fasilitas umum --termasuk stadion dan lapangan sepakbola-- rusak berat. (wgm-40) |