| Rabu, 28 September 2005 | OLAHRAGA |
PSMS Konsentrasi Copa IndonesiaJAKARTA- Gagal di Liga Indonesia 2005 tidak membuat PSMS Medan larut dalam kekecewaan. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu kini berkonsentrasi penuh dan tidak mau kehilangan kesempatan di ajang Copa Indonesia. "Sekarang, target kami adalah Copa Indonesia. Hanya, perjalanan ke sana memang sangat berat. Bila mampu mengatasi Persik, kami akan bertemu Persija Jakarta yang kemungkinan besar menyingkirkan Persekaba Badung," kata pelatih PSMS, Mohamad Khaidir, kemarin Usai gagal merebut peringkat ketiga Liga Indonesia --dikalahkan PSIS Semarang 1-2, Minggu (25/9) di Senayan-- Mahyadi Panggabean dkk tidak langsung kembali ke Medan. Mereka bertahan di Jakarta, kemudian terbang menuju Kediri untuk mempersiapkan pertandingan pertama melawan tuan rumah Persik Kediri, Kamis (29/9) besok. Selanjutnya, PSMS menjamu Persik pada 3 Oktober. Asisten Manajer PSMS Medan, Radiman Tarigan mengatakan, jadwal pertandingan timnya mepet sehingga tim tidak sempat kembali ke markas. "Karena itu, kami langsung ke Kediri agar kondisi anak-anak bisa dipulihkan dalam tiga hari menjelang pertandingan," katanya. Melihat kondisi beberapa pemain yang masih dibalut cedera, Radiman tidak menargetkan kemenangan. Ia hanya berharap timnya mampu menahan imbang Persik. Mereka akan habis-habisan pada pertandingan kedua yang digelar di kandang sendiri, Stadion Teladan. "Tidak ada target menang. Imbang saja sudah cukup bagi kami sehingga tidak terlalu kerja keras untuk menghadapi pertandingan kandang," tegasnya. Dalam kesempatan itu, Radiman juga mengeluhkan masalah jadwal pertandingan yang cukup padat. Akibatnya, banyak pemain yang mengalami cedera dan fisiknya tidak mendukung saat tampil. Dari tim-tim yang tersisa di Copa Indonesia 2005 ini, PSS Sleman bisa dikatakan sebagai yang paling beruntung. Tim polesan Daniel Roekito itu lolos otomatis ke semifinal tanpa perlu susah-payah menguras keringat. Pasalnya, lawan mereka di babak delapan besar, Persebaya Surabaya, baru saja dijatuhi sanksi larangan bertanding selama dua tahun oleh PSSI. Akibat sanksi tersebut, Mursyid Effendi dkk tidak bisa turun di Liga Indonesia, baik Divisi Utama, Divisi I, maupun Divisi II-III. Mereka juga tidak diperbolehkan tampil di Copa Indonesia. Persebaya dihukum berat karena mundur dari babak delapan besar Liga Indonesia 2005 ketika akan bertanding melawan tuan rumah Persija Jakarta. Dampak mundurnya Persebaya itu membuat PSIS Semarang dan PSM Makassar kehilangan peluang ke final, karena Persija dinyatakan menang walk out (WO) dengan skor 3-0. (wgm-40) Jadwal 8 Besar: Putaran I Kamis (29/9): Persik Kediri vs PSMS Medan Persekaba Badung vs Persija Jakarta Persegi Gianyar vs Arema Malang. PSS vs Persebaya (PSS lolos otomatis karena Persebaya dijatuhi larangan main 2 tahun) Putaran II Minggu (2/10): Persija Jakarta vs Persekaba Badung Arema Malang vs Persegi Gianyar Senin (3/10): PSMS Medan vs Persik Kediri |