| Rabu, 28 September 2005 | OLAHRAGA |
Porras Ingin BertahanSEMARANG- Setelah bergabung dengan PSIS selama semusim, Emmanuel de Porras ternyata menemukan kebahagiaan. Pemain asal Argentina itu menyatakan tetap ingin membela skuad Mahesa Jenar pada musim depan. Namun jika agennya menghendaki pindah ke klub lain, dia tidak bisa berbuat apa-apa. ''Saya masih suka di PSIS dan ingin main lagi di tim ini. Tapi, itu tergantung agen saya,'' ungkap Porras yang pada pertengahan musim dipercaya menjadi kapten tim oleh pelatih Bambang Nurdiansyah. Kontribusi Porras di Mahesa Jenar memang besar. Musim ini, suami dari Agustina itu menyumbangkan 13 gol. Aksi-aksinya yang menawan dengan perpaduan teknik individu tinggi dan kengototan membuat permainan tim hidup serta bergairah. Tak heran, selepas Liga Indonesia XI ini, banyak tim yang berusaha menggaetnya, termasuk mantan timnya, Persija Jakarta. ''Persija memang ingin merekrut saya. Tapi, jika diperbolehkan memilih, saya ingin tetap di Semarang,'' kata pemain kelahiran Buenos Aires, Argentina, 16 Oktober 1981. Sayangnya, sifat temperamental Porras belum bisa hilang. Dia mudah emosi sehingga sering diganjar kartu kuning atau merah oleh wasit. Selama semusim, tercatat dia tidak bisa main tiga kali karena terkena kartu merah. Tapi, semenjak diangkat menjadi kapten tim, dia lebih bisa menjaga emosinya. Menurutnya, PSIS merupakan tim sangat kondusif. Hubungan antara pemain, pelatih dan manajemen sangat baik dan bersifat kekeluargaan. Keakraban tersebut berdampak di lapangan. Pemain jadi kompak dan solid dalam bekerja sama. Situasi demikian yang membuat Porras betah di tim kebanggaan warga Semarang ini. ''Antara pemain lokal dan asing tidak ada jarak. Mereka sangat menyenangkan,'' ujar Porras yang awal Oktober nanti akan mudik ke negaranya. Fofee Kamara Fofee Kamara pun juga menyatakan tetap ingin membela PSIS. Namun, hal itu tergantung dari manajemen tim terpilih nanti. Jika dibutuhkan lagi, pemain asal Liberia itu siap kembali ke Semarang. Untuk sementara, Fofee memilih pulang ke Liberia terlebih dulu pada 5 Oktober. Setelah itu, dia ingin berlibur bersama keluarganya di Jerman atau Prancis. ''Saya tergantung manajemen tim. Jika dipanggil lagi, saya akan kembali. Namun, jika tidak, saya akan cari klub lain,'' katanya. Jika melihat pernyataan Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip saat menerima tim di Balai Kota Semarang Senin (26/9) lalu, para pemain dan pelatih akan berusaha dipertahankan. Pasalnya, kontribusi mereka membawa Mahesa Jenar juara III Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005 sangat besar. Keinginan Sukawi tersebut direspon positif oleh manajer tim Yoyok Sukawi. Jika musim depan dia masih dipercaya menjadi manajer, para pemain akan dipertahankan. Bukan itu saja, kontrak mereka akan dinaikkan. ''Musim ini dana PSIS sangat pas-pasan sehingga para pemain tidak dapat bonus besar di babak delapan besar. Namun, saya berjanji, jika masih menjadi manajer, kontrak mereka akan kami naikkan,'' ungkapnya. (H13-40) |