| Rabu, 28 September 2005 | MURIA |
Tolak Kenaikan Harga BBM lewat Happening ArtKUDUS- Rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 Oktober mendatang, mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat di kota Kretek. Sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa, dalam sepekan terakhir secara bergantian turun jalan untuk menyatakan penolakan atas kebijakan yang dinilai tidak populis dan hanya akan menambah beban hidup rakyat itu. Seperti yang dilakukan 40 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Kudus, Selasa kemarin (27/9). Mereka melakukan aksi keprihatinan di Alun-alun Simpang Tujuh, sekitar pukul 09.00. Di jantung kota Kretek tersebut itu, mereka menggelar orasi yang berisi tentang penolakan rencana kenaikan BBM. Sementara, beberapa aktivis lainnya menyebarkan selebaran berisi pernyataan sikap kepada para pengguna jalan. Aksi kemudian berlanjut dengan longmarch sejauh 500 meter ke arah Selatan, melalui Jl A Yani, menuju SPBU di depan Kudus Plaza. Dorong Motor Di sepanjang jalan yang dilalui, pengunjuk rasa juga menggelar happening art yang menggambarkan kesulitan beban rakyat. Selain itu, beberapa peserta aksi, juga terlihat mendorong sepeda motor sebagai simbol adanya kelangkaan BBM. Menurut Kordinator aksi, Zul Khoid, pihaknya menyayangkan atas rencana kenaikan BBM yang kemungkinan dapat mencapai 50 - 80 persen tersebut. Jika kondisi tersebut benar-benar dipaksakan, kata dia, sangat merugikan rakyat. "Untuk itu kami menyatakan penolakan atas rencana kenaikan BBM tersebut," tandasnya.(H8-17) |