| Rabu, 28 September 2005 | KEDU & DIY |
Tangki Diisi Penuh, Bensin Dijual LagiTEMANGGUNG- Meskipun jumlah pasokan bensin kepada SPBU telah ditambah, namun pembeli bensin masih harus tetap antre panjang untuk mendapatkannya. Antrean sepanjang kurang lebih seperempat kilometer masih tampak di SPBU Temanggung, jalan Kowangan kemarin. Pengawas SPBU, Slamet menyatakan pagi kemarin SPBUnya masih memiliki cadangan bensin sekitar 10.000 liter. Setelah pada hari sebelumnya (Senin, 26/9) mendapatkan pasokan 32.000 liter, yang diberikan dua tahap pagi dan sore, masing-masing 16.000 liter. Kendati demikian hingga pagi kemarin pembeli bensin yang antre justru bertambah banyak. Dia juga mengungkapkan, hari sebelumnya SPBU ditutup dan antrean dihentikan hingga jam 22.00 malam. Selain karena memang tenaga kerjanya sudah lelah, juga untuk memberikan kesempatan pembeli pada pagi harinya, yang berasal dari instansi-instansi pemesan dan menjadi langganannya. Sementara antrean panjang juga terjadi di SPBU di daerah lain di Temanggung. Misalnya saja di Kecamatan Pringsurat, Parakan, Maron, dan Ngadirejo. Bahkan salah seorang penjaga SPBU Maron, Kirjo, mengatakan SPBU Maron sejak pagi telah tutup karena kehabisan. Bukan Pertamina Semarang Dia menuturkan pada 26/9 lalu sama sekali tidak dikirimi pasokan bensin dari Yogyakarta (bukan pertamina Semarang). Sedangkan empat hari sebelumnya, dari 16.000 liter bensin yang biasanya diterimanya, SPBUnya hanya diberikan 8.000 liter saja. Sedangkan siang hari kemarin pihaknya telah dijanjikan untuk diberikan pasokan lagi, tetapi belum tahu berapa jumlah pastinya. Sementara beberapa penjual bensin eceran banyak yang menutup warungnya karena tidak boleh lagi antre membeli bensin dengan jerigen. Toro, salah seorang pengecer bensin menyatakan hanya pasrah dengan kebijakan ini, dan akan kembali menjual bensin eceran hingga keadaan normal serta diperbolehkan mengantre dengan jerigen Sedangkan Edy, penjual bensin eceran warga Jampiroso, Temanggung, menyiasati larangan tersebut dengan memanfaatkan sepeda motornya untuk diantrekan bensin. Sepeda motor tersebut diisi penuh di SPBU, kemudian setelah sampai rumah tanki bensin disedot dan bensin tersebut dijualnya. Antre bensin ini dilakukannya 8 kali sehari, dimana sekali isi tanki penuh sebanyak 4 liter. Sementara kemarin harga eceran bensin yang biasanya Rp 2.600 telah mencapai Rp 3.500-Rp 4.000. Para pengecer selain beralasan bahwa untuk mendapatkannya harus antre dan ke luar kota, juga jasa sewa ''tanki'' mobil untuk mengantre bensin ikut diperhitungkan. ''Kalau dihitung dengan jasa sewa mobil, biaya pembelian perliter menjadi Rp 3.600. Jadi saya hanya mengambil untung Rp 400,''kata salah seorang pengecer di Kertosari, Temanggung, yang menjual bensin Rp 4.000 per liternya.(hsf-39) |