logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 September 2005 KEDU & DIY
Line

''Habis, karena Semua Beli Full Tank''

SUDAH dua hari ini pemilik mobil dan sepeda motor di Kota Magelang dan daerah sekitarnya kesulitan mendapatkan bensin. Kalau pun di SPBU tersedia harus antre. Jika kebetulan habis mereka rela menunggu berjam-jam sampai mobil tangki yang mengedrop BBM tiba.

Antrean panjang kendaraan terjadi di semua SPBU di Kabupaten dan Kota Magelang, yang jumlahnya 10 buah lebih. Dampak dari kelangkaan BBM tersebut sejumlah angkota yang beroperasi menjadi berkurang, terjadi antrean ratusan meter di SPBU New Armada yang menyebabkan lalu lintas tersendat dan lainnya.

Beberapa kejadian mewarnai antrean premium di berbagai pompa bensin. Di SPBU Menowo hampir saja seorang pemuda yang menderita stres menjadi korban amuk massa. Di tengah-tengah ratusan pemilik kendaraan yang sedang antre, dia berteriak-teriak menyuruh mereka bubar.

''Kamu semua seharusnya bekerja, kenapa pada nongkrong di sini. Bubar!''. Tentu saja suara keras itu mengagetkan mereka. Emosi warga yang sudah antre berjam-jam mulai tersulut. Untung saja ada salah seorang yang mengenal pemuda stres tersebut, yang sejak pagi memang dicari keluarganya. Polisi yang menjaga SPBU itu segera mengamankannya ke Polsekta Magelang Utara.

Meratanya pompa bensin yang mengalami kekurangan, tambahnya, karena semua mobil dan sepeda motor membelinya full tank. Jika di satu SPBU sudah habis, yang belum mendapatkan berbondong-bondong pindah ke SPBU lainnya dan akibatnya semua pompa bensin habis kecuali pertamax dan solar.

Bahkan karena kelangkaan bensin tidak sedikit sepeda motor yang diisi pertamax, meski harganya mencapai Rp 5.700/liter.

Di SPBU New Armada, kata Yudono direktur pompa bensin tersebut, pembelian premium untuk mobil dibatasi hanya 20 liter, sedang sepeda motor 5 liter.

Khusus yang membeli menggunakan jerigen dilarang. Larangan itu menyebabkan petugas pemotong rumput dari Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Pemkot Magelang kebingungan, karena tidak bisa bekerja. Dia sudah mengantongi izin untuk membeli menggunakan jerigen sekaligus membawa kupon bensin berlangganan. Baik Yudono maupun Kapolsek Mertoyudan AKP Sumarjono melarangnya. ''Daripada membuat iri yang lain saya ganti dengan pertamax ya pak, nanti saya hitungkan dapat beberapa liter,'' ujar Yudono yang kemudian disetujui petugas pemotong rumput tersebut. (Doddy Ardjono-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA