| Rabu, 28 September 2005 | KEDU & DIY |
Belilah BBM Sesuai KebutuhanYOGYAKARTA - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Deperindagkop) DIY Syahbenol Hasibuan, mengakui memang terjadi kepanikan ketika mendekati pengumuman rencana kenaikan harga BBM. Masyarakat berbondong-bondong membeli BBM dalam jumlah lebih, sehingga mengakibatkan antrean. Padahal sejak semula, dia meminta masyarakat membeli BBM sesuai dengan kebutuhan agar yang lain juga bisa kebagian. ''Namun, kami sudah meminta Pertamina untuk segera melakukan pengedropan agar masyarakat bisa mendapatkan BBM, sehingga bisa mengurangi kepanikan,'' ujar Syahbenol ketika dihubungi, kemarin. Dia sudah melakukan pantauan dan terjun langsung ke lapangan menanyai sejumlah pembeli BBM. Menurutnya, rencana kenaikan harga BBM membuat masyarakat panik dan mereka menduga akan terjadi kelangkaan. Ada pengantre yang mengatakan, sebenarnya persediaan BBM masih ada tapi takut kalau kelak kehabisan. Ketakutan dan kekhawatiran itulah yang membuat mereka lantas berusaha mendapatkan BBM lebih dari kebutuhan biasanya. Alasannya, tentu saja agar ada persediaan di rumah. Mereka merasa lebih tenteram dengan persedian lebih agar tak lagi kesulitan mendapatkan BBM. Cukup ''Sebenarnya, cadangan BBM masih cukup dan Pertamina juga melakukan pengedropan seperti biasa, bahkan sudah melebihi kuota. Namun karena diserbu, otomatis cepat habis. Hal itu mengakibatkan sejumlah SPBU kehabisan BBM terutama premium,'' jelas Syahbenol. Dia mengungkapkan tidak ada pengurangan jatah BBM dari Pertaminan ke SPBU, agen maupun pangkalan. Semua mendapatkan jatah seperti biasanya. Sementara itu untuk pengedropan melebihi jatah, dia belum bisa memastikan, karena selama ini sepengetahuannya Pertamina sudah melampaui kuota. Melihat kondisi di lapangan, dia minta agar masyarakat tidak membeli BBM dalam jumlah berlebihan. Kalau biasanya sehari cukup dengan sekian liter minyak tanah atau premium, sebaiknya tetap seperti itu. ''Jangan melakukan pembelian secara berlebihan, karena akan merugikan yang belum memperoleh BBM secara wajar. Masyarakat juga diminta jangan panik, sebab pemerintah tetap menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat,'' pintanya. Pihaknya bekerja sama dengan instansi lain juga melakukan pemantaun di daerah perbatasan DIY-Jateng. Langkah tersebut dilakukan agar konsumen dari daerah lain tidak membeli BBM di DIY dalam jumlah besar, khususnya kalangan pedagang dan industri. Dia masih memaklumi pembelian untuk rumah tangga. Pihaknya hanya mengkhawatirkan spekulan dari luar DIY. (D19-39d) |