| Rabu, 28 September 2005 | KEDU & DIY |
Gembiraloka Dinyatakan Negatif Flu BurungYOGYAKARTA - Pengelola Kebun Binatang dan Kebun Raya (KBKR) Gembiraloka boleh bernapas lega setelah Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta, menyatakan tempat itu negatif dari virus flu burung. Kesimpulan tersebut didasari pada hasil pemeriksaan Balai Besar Veteriner terhadap sejumlah sampel darah dan kotoran sejumlah unggas koleksi KRKB Gembiraloka, seperti burung merak, pelikan, angsa dan kakatua. Meski demikian, Dinas Kesehatan Ternak Provinsi DIY tetap meminta penelitian ulang agar diperoleh kesimpulan yang pasti tentang keamanan dan kesehatan kebun binatang terbesar di wilayah Jateng dan Yogyakarta tersebut. ''Kami sudah memperoleh hasilnya. Untuk sementara unggas-unggas yang ada di Gembiraloka dinyatakan negatif flu burung,'' kata Kepala Seksi Kesehatan Ternak Provinsi DIY drh Vita Murni ketika menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (27/9). Namun, pemeriksaan yang lebih teliti harus tetap dilakukan mengingat di Gembiraloka juga terdapat burung migran yang sering berpindah-pindah tempat. Untuk pemeriksaan lanjutan, dinas meminta penelitian difokuskan pada uji isolasi virus. PPSJ Juga Bebas Selain Gembiraloka, kata Vita, unggas-unggas yang ada di Pusat Penyelamatan Satwa Jogja (PPSJ) Kulonprogo untuk sementara juga dinyatakan bebas flu burung. PPSJ merupakan tempat penampungan satwa langka yang berhasil disita petugas dari tangan para kolektor maupun perdagangan ilegal di seluruh Indonesia. Di tempat itu, unggas yang diambil sampelnya antara lain tujuh burung mambruk (Geura victoria), tiga elang brontok, dan 12 burung merak.''196 burung yang ada akan kami periksa semua. Kami tetap khawatir karena satwa-satwa yang ada di PPSJ itu berasal dari seluruh wilayah di Indonesia,'' kata petugas medis PPSJ drh Dian Trisno Wikanti. (sgt-39m) |