logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 September 2005 KEDU & DIY
Line

Temanggung Perlu Sentuhan Spiritual dan Nurani Ilahiyah

Oleh: Zaenal Faizin Alqudsiyy

BUKANLAH kebetulan kalau posisi Masjid Agung, alun-alun, dan pendapa kabupaten di sebagian besar kabupaten/kota terletak di satu kompleks sebagai satu kesatuan. Masjid Agung bukan sekadar berfungsi sebagai pusat ibadah monumental seperti shalat Jumat dan shalat Id, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan dan penyebaran ajaran Islam, baik yang bersifat harian, mingguan, dan bulanan maupun yang bersifat seremonial, berupa peringatan dan perayaan hari-hari besar Islam.

Alun-alun memiliki sejarah sebagai tempat berkumpulnya rakyat dalam peristiwa-peristiwa penting yang berkait dengan hajat dan perhelatan kenegaraan, seremoni sosial-budaya dan keagamaan. Dalam konteks Indonesia modern, fungsi alun-alun dalam kaitannya dengan proses kenegaraan biasanya sebatas sebagai tempat upacara peringatan hari-hari besar nasional. Alun-alun sebagai tempat berkumpulnya rakyat untuk mendengarkan pidato pemimpin daerah nyaris tidak pernah dilakukan. Untuk pengajian akbar pun sudah jarang, paling-paling istighotsah merebut simpati Tuhan guna memenangkan kepentingan politik instan.

Di samping sebagai rumah dinas bupati/wali Kota, pendapa kabupaten (di Temanggung Pendapa Pengayoman) juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para petinggi daerah untuk membahas persoalan-persoalan penting tanpa harus terjebak dalam formalisme kedinasan. Dalam kesempatan tertentu, rakyat juga bisa hadir ke pendapa guna menyampaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan kepada bupatinya. Dalam konteks ini, bupati/wali kota tidak hanya menjadi pemimpin pemerintahan, tetapi juga pemimpin masyarakat dan rakyat setempat. Agar bupati/wali kota tidak kehilangan substansi sebagai pemimpin masyarakat, maka kedekatan dengan spiritualitas agama harus terjaga betul. Itulah sebabnya rumah dinas bupati lazimnya terletak di samping kanan alun-alun, sehingga posisi Masjid Agung, alun-alun, dan pendapa kabupaten secara geografis membentuk huruf L. Dengan kata lain, demi menjaga spiritualitas alun-alun dan pendapa, maka lokasinya menyatu dengan Masjid Agung. Ini juga merupakan lambang menyatunya umara dan ulama.

Jum'atan Bersama

Menurut penuturan para sepuh, Temanggung tidak pernah mengalami ontran-ontran yang mengakibatkan jatuhnya seorang pemimpin tertinggi, sang bupati, yang sekarang sedang diadili ''seolah'' sebagai pelaku tunggal tindak pidana korupsi. Banyak yang bilang, itu salah bupati sendiri, tetapi tidak kalah banyak juga yang bilang, ''Temanggung memang sedang diselimuti nafsu angkara, kemarahan, dan libido kemenangan masing-masing.'' Namun ada juga suara sayup tapi menyejukkan, ''Temanggung perlu sentuhan spiritual dan nurani Ilahiyah, yang jauh dari tarik-menarik kepentingan politik dan kekuasaan.''

Suara sayup tersebut perlu direnungkan. Ada tradisi mulia semasa kepemimpinan mantan Bupati Temanggung Pak Djon (Drs H Sardjono SH CN) yang perlu dihidupkan kembali. Setiap hari Jum'at para petinggi Temanggung (bupati, muspida, dan pimpinan DPRD) melakukan ibadah shalat Jum'at di Masjid Agung. Selepas sholat mereka bertemu di teras masjid, berdiskusi bersama para ulama, berdiri membentuk lingkaran. Tradisi ini berakhir dengan berakhirnya masa jabatan Sardjono. Paska kepemimpinan Pak Djon, alun-alun juga kehilangan sisi spiritual karena lebih banyak digunakan sebagai pusat kegiatan ingar-bingar berupa pentas dangdut, rock, pasar malam, dan sejenisnya yang sama sekali tidak memperhalus budi dan peradaban. Pentas musik penghalus budi hanya terjadi sekali dengan tampilnya Cak Nun dengan Kiai Kanjengnya sebelum Pemilu 2004. Pengajian akbar pun terjadi hanya sekali, itu pun bernuansa kepentingan politik menjelang Pilpres 2004.

Sudah saatnya alun-alun Temanggung dikembalikan ke fungsi spiritual, kenegaraan, dan pengembangan kehalusan budi dan budaya sebagai bagian integral dari Masjid Agung dan Pendapa Pengayoman. (39)

-Penulis adalah staf pengajar dan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, STAINU Temanggung.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA