logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 25 September 2005 NASIONAL
Line

4 Seniman Terima Anugerah Pakarti Seni DKJT

SEMARANG: Empat seniman dan penggerak kesenian di Jawa Tengah menerima Anugerah Pakarti Seni Utama dari Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT). Mereka adalah sastrawan kawakan SN Ratmana (Tegal), perupa Hajar Satoto (Surakarta), penggerak kesenian Sutanto Mendut (Kabupaten Magelang), dan penari Soenarno SKar (Surakarta).

Penyerahan anugerah semalam dilaksanakan di Gedung Teater Tertutup Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT), kompleks PRPP Tawangmas, Semarang dalam acara bertajuk ''Malam Anugerah Pakarti Seni DKJT 2005''.

Hadir dalam kesempatan itu Sekda Provinsi Jateng H Mardjijono, Ketua DKJT Prof Ir Eko Budihardjo MSc, segenap pengurus DKJT dan utusan 35 dewan kesenian daerah.

Selain penghargaan utama, DKJT memberi anugerah laik unggul kepada empat seniman, yakni pengembang teater Apito Lahire (Tegal), penari Djuminah Djembling (Pekalongan), perupa Budi Gallery (Demak), dan penari Hari Murtijono (Grobogan).

Nama-nama peraih anugerah itu ditetapkan Tim Evaluator yang beranggotakan Drs Soetrisman Msc, Prof Dr Nurdien H Kristanto MA, dan Drs Suhartono.

''Kami menerima masukan dari pengurus sejumlah dewan kesenian daerah di Jawa Tengah. Setelah penilaian, muncullah nama-nama tersebut. Mereka dinilai punya dedikasi tinggi terhadap dunia kesenian, terutama pada kontinuitas dan kesetiaan mereka dalam bidang yang mereka geluti,'' ujar Soetrisman.

Tak cuma piagam, para peraih Anugerah Pakarti menerima statued dan uang tunai. Empat seniman penerima anugerah utama, masing-masing mendapat Rp 1,5 juta sedangkan penerima anugerah laik unggul, Rp 500.000. ''Dilihat dari nilainya, uang itu memang tak seberapa. Tapi mohon hal itu dilihat sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi berkesenian yang mereka tunjukkan,'' imbuhnya.

Seusai penyerahan, diadakan talkshow yang menghadirkan tiga pembicara, yakni para penerima anugerah, Sutanto Mendut, Soenarno, dan Djuminah Djembling. Acara yang dipandu Marco Manardi itu membicarakan seputar dunia kesenian di Jawa Tengah dan kompleksitas persoalannya.

Selain tampil dalam talkshow, para nominee didaulat unjuk kebolehan. Apito Lahire tampil dengan monolognya. SN Ratmana membacakan cerpen dan Budi Gallery melakukan demonstrasi lukis sketsa di atas panggung. (H6-23m)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA