| Minggu, 25 September 2005 | NASIONAL |
Tablig Akbar Jelang Ramadan Kolaborasi Tombo Ati Getarkan HatiKOLABORASI seorang mubalig dan dua penyanyi dalam format three in one, Jefri al Buchori, Opick, dan Agus Idwar Jumhadi, dalam Tablig Akbar di lapangan Kalicari Jl Supriyadi, Sabtu (24/9), sungguh terlihat apik. Melalui lagu-lagu syahdu religius, penampilan mereka mampu membius ratusan pengunjung. Begitu nama Opick dipanggil Agus Idwar Jumhadi, hadirin langsung merangsek mendekati panggung. Tepuk tangan jamaah yang sudah menunggu sejak pukul 14.00 pun membahana. ''Tombo ati, iku lima perkarane. Kaping pisan, maca Quran lan maknane. Kaping pindo, shalat wengi lakonono. Kaping telu, wong kang saleh kumpulono,'' lantun Opick. Seiring lagu ''Tombo Ati'' mengalun, suasana lapangan yang semula gaduh berubah tenang. Beberapa kawula muda terlihat komat-kamit mengikuti syair-syair yang dilantunkan penyanyi kelahiran Jember itu. Jamaah makin terpana tatkala lagu ''Istighfar'' dilantunkan. Syair-syair yang berisi instrospeksi diri itu membuat mata sebagian jamaah berkaca-kaca. Opick mengajak jamaah menautkan syair untuk mengingat kebesaran dan kesucian Sang Khalik. Kolaborasi Ustad Jefri, Opick, dan Agus Idwar Jumhadi dalam lagu penutup menorehkan kenangan tersendiri bagi jamaah. Lengkingan suara dengan cengkok khas pesantren, mewarnai lantunan ''Khasbunallah Wannikmal Wakil''. Kesyahduan suara Opick pun menjadi semakin hidup. Terasa Muda Kombinasi gaya rap Agus Idwar Jumhadi juga membuat nuansa lagu religius itu terasa hidup. Begitu lagu selesai disenandungkan, tepuk tangan kembali bergemuruh pada acara persiapan menyambut Ramadan 1426 H. Dalam tausiyahnya, Ustad Gaul Jefri al Buchori mengajak hadirin benar-benar mempersiapkan diri menghadapi Ramadan. ''Bulan yang penuh berkah dan ampunan, hendaknya disambut dengan suka cita. Jangan sebaliknya, Ramadan kok menambah dosa. Bila seorang pemuda mengajak berciuman pacarnya, ingat itu bukan kasih sayang. Saat itu yang berbicara adalah nafsu syahwat,'' kata suami Pipik Dian Irawati, asli Semarang yang kini telah dikaruniai dua anak. Dalam kesempatan lain, santri Pondok Pesantren Dar al Qolam Tangerang itu meminta kaum muslimin untuk menjaga kesehatan diri. Itu sangat penting, katanya, agar ketika menjalani ibadah puasa, tidak sampai terganggu. ''Dengan demikian, ibadah kita makin khusyuk dan insya Allah mendapat rida dari Allah SWT,'' pungkasnya. (Karyadi-23m) |