logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 25 September 2005 NASIONAL
Line

Investor Tidak Takut


SM/dok

STATUS kejadian luar biasa (KLB) nasional terhadap wabah flu burung diyakini tidak akan membuat investor takut ke Indonesia. Bahkan, menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari, hal itu justru meningkatkan surveillance terhadap pandemi secara global.

"Tidak benar kalau statemen KLB akan membuat takut investor dan orang asing untuk masuk ke Indonesia, karena dengan KLB artinya kita transparan dan tidak menutup-nutupi, sehingga bisa dilihat apa yang dilakukan pemerintah," kata Menteri Kesehatan usai dialog di Mario's Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9).

Menkes menjelaskan, dengan adanya KLB, maka biaya rumah sakit untuk pasien yang diduga flu burung digratiskan. "Kalau tidak ada KLB, pasien paling tidak harus membayar Rp 2 juta," katanya.

Selain itu, lanjut Menkes, KLB bisa meningkatkan surveillance sehingga bisa mempersiapkan apabila muncul pandemi. "Soalnya pandemi global sangat mungkin terjadi, namun kapan dan di mana, kita tidak tahu," tandasnya.

Menurut Menkes, PBB mengatakan sangat mungkin pandemi terjadi di kawasan ASEAN. "Tetapi tidak dikatakan di negara mana. Yang menjadi catatan dalam bulan-bulan ini, pasien baru flu burung ada di Indonesia".

Sementara itu, Amerika Serikat bakal mengucurkan bantuan sekitar 65 juta dolar AS bagi negara-negara yang terjangkit flu burung. "Kami meminta pemerintah AS lebih baik memberikan bantuan tidak berupa uang, namun diwujudkan dalam penambahan laboratorium, pelatihan terapi diagnosis dan sebagainya," kata Menkes.

Dia mengungkapkan saat ini sedang dibangun sebuah colaborate center, sehingga nantinya tidak perlu mengirimkan sampel darah pasien yang diduga flu burung ke Hong Kong. ''Butuh waktu 6 -12 bulan supaya bisa menjadi reference seperti Hong Kong," katanya. (dtc-43)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA