| Minggu, 25 September 2005 | NASIONAL |
Idrus Dipastikan TampilJAKARTA - Pemain belakang andalan PSIS Semarang, Idrus Gunawan, dipastikan bisa berlaga membela tim kebanggaan warga Kota ATLAS itu pada partai perebutan juara ketiga Liga Indonesia 2005 menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, sore ini. Kepastian soal dapat diturunkannya stopper itu diketahui ketika temu teknik menjelang final di Kantor PSSI, siang kemarin. Sanksi akumulasi kartu terhadap semua pemain yang diperoleh pada babak delapan besar dihapuskan di laga final dan perebutan juara ketiga. Namun, mereka yang mendapatkan kartu merah dan masih menjalani hukumannya, tak mendapatkan keringanan dari badan tertinggi sepak bola Indonesia itu. Hal ini jelas merupakan keuntungan bagi tim arahan Bambang Nurdiansyah, karena dua pemain utama PSMS tetap tak turun berlaga akibat kartu merah yang diperolehnya. Riswandi, stopper Ayam Kinantan, dan striker Saktiawan Sinaga tak bisa dimainkan pelatih M Khaidir untuk memperkuat timnya. Riswandi, yang musim lalu membela PSIS, memperoleh kartu merah pafa laga terakhir babak delapan besar Grup D melawan tuan rumah Persipura Jayapura, sedangkan Saktiawan diusir sewaktu pertandingan menghadapi Arema Malang. Meski demikian, Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah menyatakan anak-anak asuhannya akan mewaspadai dua pemain asing di kubu PSMS, yakni striker Christian Carrasco dan playmaker Alejandro Tobar. Menurut dia, kedua pemain itu merupakan kunci dari permainan tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut sehingga perlu mendapat perhatian serius dari Emmanuel de Porras cs. "Semua pemain PSMS itu bagus sehingga perlu diberi perhatian dan kawalan. Namun, pergerakan Carrasco dan Tobar harus lebih diwaspadai," tegas Bambang. Dia menambahkan, setelah gagal melaju ke final dengan mundurnya Persebaya Surabaya, kini Emmanuel de Porras dan kawan-kawan ditargetkan merebut juara ketiga. "Saya optimistis para pemain bisa menampilkan permainan terbaiknya pada laga terakhir ini," ungkapnya. Antisipasi Carrasco terkenal lincah di lini pertahanan lawan. Pergerakan penyerang asal Cile ini cukup merepotkan para pemain belakang yang mengawalnya. Sejauh ini, sudah 17 gol dikemasnya dalam Liga Indonesia 2005. Untuk itu, Maman Abdurahman, Fofee Camara dan Idrus harus selalu siap mematikan pergerakannya. Sementara Alejandro Tobar akan dihadapi Modestus Setyawan yang harus melakukan antisipasi lebih cepat karena umpan-umpan dan pergerakan individu pemain asing yang satu ini sulit ditebak. PSMS selama ini memiliki pakem formasi 3-5-2. Di barisan pertahanan, pelatih M Khaidir akan menurunkan Restu Kartiko, Mario Alberto dan Yeyen Tumena. Untuk posisi bek sayap kiri diisi Mahyadi Panggabean, sedangkan Legimin Raharjo atau Sony Kurniawan akan menempati bek kanan. Di barisan tengah, duet Komang Adnyana dan Alejandro Tobar dipersiapkannya. Selain Adnyana, pemain lokal lain yang sering dipasang pelatih pengganti Sutan Harhara ini untuk mendampingi Tobar adalah Enjang Rohiman. Tobar selama ini adalah jenderal lapangan tengah yang mengatur alur bola ke depan. Dengan absennya Saktiawan Sinaga, di lini depan PSMS akan bergantung pada dua ekspatriatnya, Fleitas dan Carrasco. "Kami yakin mampu menaklukkan PSIS di Senayan. Modalnya, kerja keras dan motivasi tinggi untuk membuktikan sebagai yang terbaik," ujar M Khaidir. Kapten PSMS Mahyadi Panggabean menambahkan, timnya bertekad tampil habis-habisan. "Kami beberapa kali menghadapi PSIS di Piala Bang Yos dan Liga Indonesia, sehingga kenal gaya permainannya. Mereka tim solid, tapi kami optimistis menang," tutur Mahyadi. PSMS melakukan latihan ringan di Lapangan ABC milik PSSI, Jumat sore, sehari setelah tiba di Jakarta. Mereka juga melakukan uji coba di Stadion Gelora Bung Karno kemarin malam. (aim,wgm-31,27) |