| Minggu, 25 September 2005 | NASIONAL |
Pasokan BBM ke Depo Terganggu
CEPU - Sehari setelah empat gerbong kereta api (KA) yang mengangkut BBM terbakar di perempatan Jl Diponegoro-RSU Kecamatan Cepu, Blora, pihak PT Kereta Api Daop IV Semarang bekerja sama dengan Pertamina Cepu berupaya memindahkan gerbong yang terbakar dan memperbaiki rel yang rusak. Hal ini dilakukan agar pasokan BBM ke Depo Pertamina Cepu kembali lancar. Sementara itu, pihak kepolisian juga sudah memindahkan bangkai mobil pikap Isuzu Panther H-9581-CG milik Bina Marga yang menambrak KA dan teronggok persis di tengah perempatan jalan. Polisi kemarin juga sudah membuka blokade jalan di lokasi kejadian. Kepala Depo Pertamina Cepu Soewarso mengemukakan, akibat gerbong KA pengangkut BBM jenis premium ini terbakar, pasokan BBM ke Depo Cepu terganggu. Sebab, menurutnya, rel KA tempat gerbong tersebut terbakar, merupakan jalan masuk satu-satunya suplai BBM menuju depo tersebut. "Karena itu secepat mungkin kami bersama pihak KA akan memperbaiki rel yang rusak. Sementara itu gerbong yang terbakar kami pindahkan ke stasiun Cepu agar pasokan BBM kembali lancar,íí tandasnya. Menurut salah seorang teknisi rel KA, jika semua lancar, perbaikan rel yang rusak hanya membutuhkan waktu 3-4 jam. Meski demikian, Soewarso menjamin penyaluran BBM dari depo Cepu ke beberapa daerah seperti Kabupaten Blora, Rembang, Grobogan (Jateng) dan Kabupaten Bajonegoro serta Tuban (Jatim), tetap lancar. Sebab, stok BBM di depo itu cukup untuk memasok kebutuhan beberapa daerah yang dimaksud. "Untuk Bojonegoro dan Tuban, kami alihkan pengambilan BBM ke Surabaya. Sementara itu untuk beberapa daerah di Jateng seperti Blora dan Rembang, BBM masih bisa diambil dari sini. Stok BBM yang ada masih cukup," ungkapnya tanpa menyebutkan berapa stok BBM yang masih ada. Sementara itu, Humas Pertamina UPMS IV Jateng DIY Heppy Wulansari memperkirakan, akibat terbakarnya empat gerbong tangki pengangkut BBM itu, sekitar 147.420 kiloliter premium milik Pertamina amblas. Distribusi di daerah Cepu dan sekitarnya diperkirakan akan terganggu. Heppy Wulansari menyatakan, kerugian akibat kebakaran tersebut akan menjadi tanggungan PT Kereta Api. "Sebab antara Pertamina dan PT Kereta Api Indonesia sudah terikat perjanjian," kata Heppy, Sabtu (24/9). Berdasarkan laporan yang diterima, lanjut Heppy, rangkaian kereta terdiri dari 5 gerbong premium dan 4 gerbong minyak tanah itu membawa BBM dari Depo Rewulu untuk memasok kebutuhan BBM di Depo Cepu. Lima gerbong premium terbakar, 4 sisanya dapat diselamatkan. Lebih lanjut Heppy menuturkan, kereta yang membawa premium dan minyak tanah tersebut merupakan jatah bagi Depo Cepu. Pertamina akan segera bertindak cepat dengan menambah pasokan BBM lagi. "Bila dengan rangkaian kereta api masih terganggu, maka kami akan mengerahkan truk tangki BBM," imbuhnya. Tersangka Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Chaerul Rasjid kemarin meninjau lokasi kejadian. Orang nomor satu di jajaran Polda Jateng ini melihat dari dekat puing-puing bangunan yang ikut terbakar. Usai melihat gerbong, bangunan dan mobil pikap penyebab kebakaran, Kapolda berjalan kaki menuju Mapolsek Cepu yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Dia hendak menemui Paring Sudono (penjaga pintu perlintasan) warga Kelurahan Balun Cepu, Sujitno (masinis KA) warga Kelurahan Nglajo Cepu, dan Suripno (pengemudi pikap) warga Dusun Beran Kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora yang masih menjalani pemeriksaan intensif. Satu persatu dari mereka ditanya tentang kronologi kejadian dan peran masing-masing. Pertemuan yang dilakukan di ruang Kapolsek Cepu ini berlangsung sekitar 20 menit. Usai melakukan tanya jawab, Kapolda langsung menggelar jumpa pers. Berdasar hasil penyelidikan sementara di lokasi kejadian dan keterangan ketiga orang ini, Kapoda menyimpulkan kebakaran gerbong dan BBM yang diangkut itu terjadi karena kesalahan manusia atau human error. Kapolda dengan tegas menepis anggapan ada sabotase dalam peristiwa ini. "Kalau sabotase, tidak mungkin sopir pikap membawa serta istri dan keponakannya. Kejadian ini murni human error," tegasnya. Kapolda mengatakan, api pertama kali timbul sesaat setelah mobil pikap menabrak gerbong KA. Selanjutnya api itu menyambar dan menghanguskan empat gerbong. Meski sudah memastikan penyebab kejadian, Kapolda mengungkapkan belum ada tersangka dalam musibah ini. Meski demikian, paling tidak kepolisian menilai mereka bertiga telah melakukan kelalaian ataupun mendiamkan peristiwa ini,íí ujarnya. Untuk kepentingan penyelidikan, polisi hingga kemarin masih menahan ketiga orang ini di Mapolsek Cepu. Kapolda mengatakan, kejadian itu menyebabkan kerugian miliaran rupiah. Saat itu, polisi juga mengamankan uang Rp 600 juta dari brankas bank mandiri yang ikut terbakar. "Coba kalau tidak diselamatkan, kerugian akan bertambah besar," katanya. Akibat kebakaran hebat yang terjadi Jumat (23/9) sekitar pukul 19.00 itu, Pertamina Cepu rugi Rp 1 miliar. Soewarso, Kepala Depo Pertamina Cepu menyatakan jumlah kerugian itu didasarkan pada harga jual BBM yang terbakar. Sementara itu, berdasar pendataan Kelurahan Cepu, jumlah bangunan yang ikut terbakar dalam musibah ini mencapai 15 unit. Perinciannya, tujuh rumah warga yang berdomisili di RT 01 dan RT 03 Lingkungan Sidodadi Kelurahan Cepu, Bank Mandiri, lima unit ruko, Apotek Muyo Santoso, dan beberapa tenda milik PKL. Pihak kelurahan baru menaksir total kerugian tujuh rumah milik 7 KK itu mencapai Rp 1,6 miliar. Kerugian Bank Mandiri, lima unit ruko, dan beberapa tenda PKL belum bisa ditaksir. "Ini baru data sementara. Jadi masih bisa berubah," ujar Camat Cepu Suryanto. (aiz,ud,dtc-43m) |