| Rabu, 21 September 2005 | SEMARANG |
Bensin Eceran LangkaUNGARAN - Sejumlah pengecer di beberapa tempat di Ungaran, kemarin mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin) di SPBU. Akibatnya, di tingkat pengecer terjadi kelangkaan bensin. Beberapa penjual bensin eceran tersebut mengatakan, sejumlah SPBU menolak melayani pembeli yang membawa jerigen. ''Hingga siang ini, saya belum mendapat bensin. Sebab setiap membeli bensin dengan menggunakan jerigen, oleh petugas ditolak,'' kata Sukarmin (68), pengecer di Jalan MT Haryono Ungaran. Premium yang dijual adalah hasil kulak pada Senin (19/ 9) malam. ''Semua SPBU sudah saya coba masuki, tapi hanya di Bawen yang berhasil. Itu pun hanya dapat dua jerigen masing-masing 35 liter,'' ungkapnya. Dia juga mengaku, setiap jerigen terkena ongkos antre Rp 3.000. Karena ditarik ongkos antre tersebut, Sukarmin menaikkan harga eceran bensin dari Rp 2.600 menjadi Rp 2.800 per liter. Dari pantauan Suara Merdeka, beberapa penjual bensin eceran di Jalan Moh Yamin, Jl Ahmad Yani, dan Jl Sembungan Ungaran, terlihat kehabisan stok bensin. Seorang pengecer di Jl Ahmad Yani yang enggan menyebut namanya mengaku malas antre di SPBU. ''Karena sering tidak dilayani, ya terpaksa saya hanya jualan kelontong saja,'' tutur dia. Penjual tersebut juga mengatakan, meski membawa surat keterangan dari RT, namun petugas SPBU tidak bersedia melayani para pengecer. Sementara itu, anggota Komisi B DPRD The Hok Hiong mengatakan, perbuatan menarik ongkos antre tersebut merupakan sebuah pelanggaran. ''Tidak ada aturan seperti itu. Kalau memang benar ada pungutan liar kepada para pengecer, kami akan melaporkan hal itu ke pemilik SPBU,'' jelas dia. The Hok juga menyatakan akan mengajak Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal (Disindag PM) untuk melakukan operasi lapangan. Namun karena Kepala Disindag Hariyati masih dalam kunjungan kerja ke Manado, hal tersebut belum dapat dilakukan. (H14-51d) |