| Rabu, 21 September 2005 | KEDU & DIY |
33 KK Kontrak Kerja ke Kutai TimurTEMANGGUNG- Sebanyak 33 kepala keluarga di Kabupaten Temanggung, menandatangani surat perjanjian kerja sama atau surat kontrak bekerja di perkebunan kelapa sawit di daerah Muara Wahau, Kutai Timur. Surat perjanjian dengan PT Swakarsa Sinar Santosa ditandatangani kedua belah pihak di kantor Disnakertrans, Kabupaten Temanggung, (20/9) kemarin. Menurut Kepala Bidang Penempatan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Bandari Kusudiatmadji, pemberangkatan tenaga kerja ke Muara Wahau itu untuk kali ketiga. Sebelumnya, pada Maret dan Juli 2005, telah memberangkatkan masing-masing 26 dan 46 keluarga, ke tempat tujuan yang sama. ''Rencananya ke-33 keluarga yang ada saat ini akan diberangkatkan pada 24 September mendatang,'' ujarnya. Dia mengutarakan, selama ini, baik suami maupun istri yang bekerja di perkebunan kelapa sawit digaji masing-masing Rp 635.000/bulan. Untuk bahan konsumsi setiap orang diberi tunjangan beras 15 kg/bulan. Tunjangan juga diberikan kepada anak-anak mereka 7,5 kg/bulan. Meski demikian, tunjangan beras itu maksimal hanya untuk dua anak. Untuk fasilitas perumahan, mereka ditempatkan di bangunan semacam barak yang memanjang dengan dibatasi sekat. Setiap rumah dilengkapi dengan ruang tamu, ruang makan, dan tempat tidur. Adapun peralatan rumah tangga yang dipakai untuk memasak juga disediakan. Lamanya waktu kontrak, ujar Bandari, dua tahun dan dapat diperpanjang setahun lagi. Apabila kontrak selesai mereka dapat dijadikan karyawan tetap dua tahun. Seusai dua tahun tersebut, mereka diberi kebebasan apakah akan tetap menjadi karyawan atau memilih berhenti bekerja dari perkebunan kelapa sawit. Selain 33 keluarga tersebut, kemarin di Disnakertrans juga berlangsung penandatanganan kontrak kerja tiga orang naker, dengan penyalur tenaga kerja PT Petra Ariesca, Batam. Ketiga orang tersebut akan bekerja sebagai operator produksi alat-alat elektronik di PT Ex Batam, di ibu kota Batam. Supervisor perekrutan PT Petra Ariesca, Sulhan Hidayat menyatakan pihaknya sebetulnya membutuhkan 30 tenaga kerja asal Temanggung untuk bekerja pada perusahaan elektronik. Namun, 20 orang yang dinyatakan lolos seleksi menyatakan mengundurkan diri, karena memilih bekerja di tempat lain. Tujuh orang, yang kemarin juga datang ke kantor Disnakertrans Temanggung, ternyata tidak direkomendasikan dokter yang memeriksa kesehatannya. Hal tersebut dikarenakan mereka menderita penyakit amandel dan bronkitis. Penyakit tersebut, menurut Sulhan, dapat memengaruhi kinerja mereka, karena tempat bekerja ber-AC. (hsf-55s) |