| Senin, 19 September 2005 | SALA |
Ratusan Siswa dan Guru Difabel Bertarung di SoloJEBRES -Ratusan siswa dan guru difabel (penyandang cacat) dari 30 provinsi di Indonesia bertarung dalam berbagai lomba yang diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta (TBS). Sebelas cabang diperlombakan dalam Lomba Prestasi, Kreativitas, dan Olahraga Siswa dan Guru SLB/SDLB tingkat nasional itu. "Hari ini (kemarin-Red) sebagian cabang masih dalam babak penyisihan. Di antaranya lari 50 m, meniti balok, dan lomba kecepatan sistem bahasa isyarat," kata salah seorang panitia, Drs Bambang Supriyadi, kemarin. Kepala Dinas P dan K Jateng Drs Suwilan Wisnu Yuwono MPd saat pembukaan Sabtu lalu mengatakan ada 11 cabang yang dilombakan. Yakni menyanyi, melukis, mewarnai gambar, mengarang, meniti balok, lari 50 meter, cerdas cermat IPS, cerdas cermat MIPA, sistem bahasa isyarat, cipta alat peraga, dan guru berdedikasi. "Mereka yang berlomba merupakan hasil seleksi guru dan siswa dari 30 provinsi di Indonesia. Jumlahnya kurang lebih 800 orang," paparnya. Sebelumnya Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Prof Dr Suyanto mengatakan kegiatan itu harus terus dilakukan untuk membina dan meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). Menurut dia, pemerintah selalu memberi kesempatan kepada siapa pun untuk berupaya meningkatkan mutu, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Namun diakui masyarakat masih kurang memperhatikan hal tersebut. "Lembaga pendidikan swasta perlu ikut terlibat menangani sekolah luar biasa (SLB), karena kita tidak boleh membedakan dalam memberi pelayanan pendidikan. Semua harus diberi kesempatan sesuai dengan kemampuannya," tegasnya. Antusias Sementara itu ratusan peserta terlihat antusias sejak defile pembukaan kegiatan tersebut. Meski sebagian menggunakan alat bantu, mereka terus mengumbar senyum dan melambai-lambaikan tangan saat kontingennya melintasi kursi kehormatan di joglo TBS. "Saya berharap bisa menjadi juara pada kompetisi ini. Sebelumnya saya selalu juara sejak penyisihan di tingkat Kabupaten Aceh Tenggara," kata Husaini siswa kelas 6 SDLB Kabupaten Aceh Tenggara di atas kursi rodanya yang akan mengikuti cerdas cermat IPS tingkat SD. Sulaiman, guru yang mendampingi mengemukakan ada 12 peserta dari kontingen Nanggroe Aceh Darussalam yang mengikuti lomba tersebut. Bersama para official dan pendamping mereka menumpang pesawat dari Banda Aceh, lalu transit di Medan dan Jakarta sebelum tiba di Solo. Optimisme untuk memenangi cerdas-cermat juga disampaikan oleh Evander dan H Murtado dari kontingen Jateng. Evander siswa kelas 3 SMPLB YPAC Solo akan mengikuti lomba cerdas cermat MIPA tingkat SMP, sedangkan Murtado yang duduk di kelas 6 SDLB YPAC Solo akan bertarung di bidang IPS.(D11-27) |