| Senin, 19 September 2005 | NASIONAL |
SOSOKMiliki 30 Mobil Kuno
MESKI kegemarannya terhadap mobil kuno baru sekitar lima tahun, KRMT Roy Suryo Notodiprojo tak mau kalah dengan teman-temannya yang tergabung dalam Persatuan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Saking senangnya dengan mobil kuno, kata Ketua PPMKI Bambang Rusefendi, kini Roy Suryo telah memiliki 30 mobil kuno. Dalam memeriahkan Festival Batik Pekalongan 2005, Roy Suryo menggunakan mobil kesukaannya, Mercedes Benz 280 SE Superior Einspratenzoom tahun 1969. Dosen Teknologi Komunikasi UGM itu menyebutkan, mobil tersebut memiliki sejarah tersendiri, karena sebelumnya digunakan oleh pimpinan negara dalam pertemuan internasional. Meski dengan mobil kuno, Roy merasakan benar-benar nyaman. ''Mobil itu sudah sering saya gunakan ke beberapa daerah dalam suatu kegiatan. Rasanya nyaman, dan berjalan cukup kencang serta tidak boros. Dalam perjalanan Semarang-Pekalongan, kami bisa tempuh dalam waktu 1 jam 45 menit. Satu liter bensin bisa mencapai 7,8 km. Ini masih normal kan?'' katanya kepada Suara Merdeka sesaat sebelum menuju ke Kajen untuk menyaksikan pencatatan kain batik 1.000 meter. Dalam kegiatan itu, Roy Suryo sengaja ke Pekalongan bersama-sama dengan pengurus dan anggota PPMKI lainnya untuk ikut memeriahkan Festival Batik Pekalongan 2005. Dalam aksinya, PPMKI menerjunkan sekitar 50 mobil kuno, termasuk mobil yang digunakan Presiden Soekarno. Pada kesempatan itu, Roy bersama pengurus PPMKI lainnya, menolak adanya wacana dari pemerintah yang akan melarang mobil kuno beroperasi di Jakarta. ''Apakah penyebab macetnya jalan di Jakarta itu mobil kuno? Tidak. Buktinya, mobil-mobil milik anggota PPMKI normal dan sehat jalannya.''(Trias Purwadi-34v) | ||||