| Senin, 19 September 2005 | NASIONAL |
Mulai Menggodok Bakal Calon GubernurSEMARANG- Meski masih tiga tahun lagi pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk jabatan gubernur Provinsi Jawa Tengah, yaitu tahun 2008, Kosgoro yang aspirasi politiknya diarahkan ke Partai Golkar, sudah mulai menyolidkan diri sebagai upaya untuk memenangkan calon yang diusungnya. ''Berbagai penggodokan sudah kami lakukan, dengan harapan kader yang diusung dari Partai Golkar dapat memenangi pilkada Jateng pada 2008,'' kata Ketua Kosgoro Jateng Ir Eko Sarjono Putro MM yang juga Wakil Ketua DPD I Golkar Jateng, kemarin. Menurutnya, apa yang dilakukan itu sangat beralasan, mengingat posisinya di DPD I Partai Golkar Jateng sebagai Kabid Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan. Karena itu, apa yang dilakukannya itu bukan sesuatu yang ngayawara. ''Persiapan lebih dini untuk mencapai suatu tujuan itu kan boleh. Dan apa yang kini kami lakukan sebagai penanggung jawab pengajuan kader dalam pencalonan pilkada bupati/wali kota di Jateng Selatan, menjadi pengalaman yang berharga.'' Saat menjawab pertanyaan, dia menegaskan, pihaknya optimistis jika kader yang diusungnya sebagai bakal calon (balon) gubernur dalam pilkada 2008 bisa terpilih. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, mulai sekarang harus kerja keras dengan mengakomodasikan pengalaman pelaksanaan pilkada sebelumnya. ''Melalui pembelajaran di lapangan dan menginventarisasikan keinginan masyarakat pada sumber daya manusia (SDM) yang diinginkan, kami akan mendewasakan diri dalam menyikapi pesta demokrasi di kancah pilkada,'' tutur Eko yang kini juga Ketua PD XI GM FKPPI Jateng. Saat disinggung soal Kosgoro, dia menjelaskan, keberadaan ormas yang dipimpinnya tetap solid dalam menyikapi berbagai peristiwa yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Aktivitas yang dilakukan tetap bersikap ''membumi'' dan konsisten dalam menyalurkan aspirasi politiknya ke Partai Golkar. Apa yang dilakukannya tentu tidak lepas dari arahan Ketua Umum DPP Kosgoro Agung Laksono, yang kini dipercaya sebagai Ketua DPR RI. Itu sebabnya, dalam membawa perjalanan ormas yang dipimpinnya harus selalu menjaga citra. ''Maka, selaku kader saya siap mengamankan pilkada gubernur Jateng tahun 2008, untuk kemenangan bakal calon yang diusung melalui Partai Golkar. Dan untuk menyolidkan kader yang diusung sebagai bakal calon, secara dini perlu menyolidkan SDM berpotensi.'' Pengertian berpotensi di sini tidak sekadar dicintai, tetapi harus lebih dari itu, yaitu bisa diterima secara luar-dalam oleh berbagai kalangan, baik itu pelaku bisnis, pendidikan, pemerintahan, maupun masyarakat pada umumnya. ''Karena itu, kami sudah mulai menggodok 'baju' secara lengkap buat personalia bakal calon. Siapa kader yang akan diusung nanti, kita tunggu saja. Yang jelas kami sudah mengantongi nama yang akan kami umumkan setelah penentuan bakal calon.''(E4-34t) |