logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 September 2005 NASIONAL
Line

Sejumlah DPD Beda Pendapat

  • Soal Penundaan Muswil PAN

SEMARANG - Penundaan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) II Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah mendapat reaksi beragam dari sejumlah pengurus daerah di kabupaten/kota. Sejumlah DPD saling beda pendapat. Perbedaan ini ditengarai menunjukkan peta dukungan kepada calon tertentu.

Beberapa DPD yang mendukung penundaan itu menyambut baik langkah itu karena memberi peluang yang lebih luas kepada kandidat untuk melakukan sosialisasi ke DPD maupun DPC. Adapun yang menolak, menilai penundaan sebagai bentuk kemunduran PAN di Jateng, karena berdampak konsolidasi intern partai ke tingkat ranting juga makin mundur.

Koordinator DPD PAN wilayah pantura timur, Jayusman Arif mengemukakan, keluarnya keputusan penundaan itu menandakan persiapan Muswil baik di tingkat DPP dan DPW belum maksimal. ''Penundaan tersebut menunjukkan DPW dan DPP memang belum siap menggelar Muswil PAN,'' kata Ketua DPD PAN Kudus ini.

Namun bagaimanapun juga, DPD PAN di wilayah pantura timur, yang meliputi Kudus, Jepara, Rembang, Demak, Pati, dan Blora harus mengikuti garis komando organisasi yang paling tinggi. Dia menerangkan, penundaan tersebut merupakan pembelajaran politik di tubuh PAN pascakepemimpinan Amien Rais. Penundaan memang ada nilai positif dan negatifnya. Nilai positifnya, bagi kandidat yang belum optimal melakukan sosialisasi dan menyampaikan visi misi ke DPD dan DPC, bisa memiliki waktu yang luas.

Dia memperkirakan, panitia Muswil dan pengurus DPW ada yang ''mutung'' dengan keputusan penundaan tersebut. Karena itu, dia mengusulkan agar Muswil dilaksanakan di luar Semarang. Sementara itu, secara psikologis dan material, DPP juga harus bertanggung jawab atas penundaan tersebut. Kemungkinan Muswil bisa digelar di Solo, Pekalongan, atau Purwokerto, tapi itu tergantung usulan DPD yang mau menawarkan diri.

Tidak Sepakat

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Tegal, Johan Firdaus tidak sepakat dengan pengunduran waktu pelaksanaan Muswil. DPD dan DPC di wilayah pantura barat (eks Karesidenan Pekalongan) dan sejumlah DPD di eks Karesidenan Banyumas berkeinginan Muswil tidak diundur.

Menurut dia, dengan memundurkan waktu berarti kemunduran bagi PAN. Sebab waktu untuk melakukan konsolidasi sampai ke tingkat ranting juga otomatis mundur. ''Sangat merugikan partai bila memundurkan waktu Muswil ini, apalagi kalau hanya demi untuk mengegolkan seseorang calon,'' ucap dia.

Soal penundaan karena alasan teknis yakni DPW terlambat mengirim surat resmi ke DPP tentang rencana pelaksanaan Muswil, menurutnya, itu bukan alasan. Sebab DPW sudah berkali-kali melakukan konsultasi ke DPP. (G17,G7-46v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA