| Senin, 19 September 2005 | NASIONAL |
Apa Mungkin dari Ayam Sakit yang Dipotong?KALUT dan cemas. Itulah kesan yang tertangkap dari wajah Nani (36), warga Jalan Kebonagung Barat II RT 2 RW 16, Kecamatan Mranggen, Demak, saat ditemui di rumahnya, Minggu (17/9). Saat berbincang, wajah perempuan itu kerap terlihat murung. Begitu pun dengan sorot matanya, nanar dan kosong. Apa gerangan yang membuat ia bersikap demikian? ''Sabtu (17/9) kemarin, ada seorang wartawan datang ke sini. Dia memberi tahu, suami saya kena flu burung. Sejak itu saya jadi tidak tenang dan terus kepikiran,'' ujarnya lirih. Sebagaimana dikabarkan sejumlah media, SL (42), suami Nani, disebut-sebut terindikasi tertular virus flu burung. Teknisi di sebuah perusahaan pengerukan pantai itu kabarnya sempat menjalani perawatan di RS Sulianti Saroso, Jakarta. Untuk itu, demi mendengar informasi wartawan, Nani segera mengontak suaminya melalui telepon seluler. Kepadanya, SL menyatakan telah terindikasi penyakit mematikan itu, meski masih dalam gejala awal. ''Suami saya bilang kena gejala flu burung. Namun tidak memberitahu di rumah sakit mana dia dirawat.'' Menurut Nani, suaminya punya sifat tertutup. Kalau punya persoalan, jarang bercerita kepada orang lain , termasuk dia dan anak-anaknya. Demikian halnya dalam kasus ini. Suaminya baru mengaku setelah didesak. Sebagai istri, Nani tentu amat ingin menjenguknya. Namun lagi-lagi sang suami tak mengizinkan. ''Di telepon bapak bilang, saya sudah sehat, jadi kamu nggak usah kemari, di rumah saja ngurus anak-anak. Dengan terpaksa saya menuruti permintaannya itu. Padahal hari ini (kemarin-Red) saya sudah siap-siap ke sana.'' Dimakan Bersama Nani menjelaskan, suaminya berangkat ke Jakarta pada 14 September lalu untuk bekerja. Saat itu kondisinya sehat walafiat, sehingga saat menerima kabar terkena virus flu burung, dia merasa kaget. Perempuan yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga itu lantas menduga-duga, dari mana asal virus yang menulari suaminya. Dia ingat, beberapa saat sebelum berangkat ke Jakarta, suaminya mengobati ayam piaraannya yang sakit. Namun karena sudah tidak mungkin diselamatkan, ayam itu dipotong untuk dijadikan lauk. ''Ayam yang sakit itu suaranya serak dan seperti batuk-batuk. Daripada mati, akhirnya disembelih. Dagingnya digoreng dan kami makan bersama-sama, dia, saya dan ketiga anak kami. Saya jadi mikir, apakah dari situ? '' Selama ini, ayam-ayam piaraan yang sehari-hari dilepas dari kandang itu kerap menderita penyakit serupa. Baru beberapa saat ketahuan sakit, tiba-tiba sudah mati. Dari sejumlah ayam yang dipelihara keluarga itu, kini jumlahnya tinggal empat ekor. Akan tetapi, kalau toh benar sumber virus flu burung berasal dari ayam itu, kenapa yang terkena cuma SL? Sementara itu hingga kemarin, baik Nani maupun ketiga anaknya, masing-masing Sari (11), Widya (9) dan Agung (7) mengaku masih sehat-sehat saja. Namun Nani berharap, suaminya dapat segera sembuh, mengingat virus yang menyerangnya dikabarkan masih dalam taraf gejala.(Rukardi-14v) |