| Senin, 19 September 2005 | NASIONAL |
Warga Mranggen Diduga Kena Flu Burung
SEMARANG - SL (43), warga Mranggen Semarang yang diduga mengidap flu burung ternyata belum masuk dalam salah satu penderita flu burung yang diobservasi pihak Depkes RI. Hal itu disampaikan Humas Depkes Sumardi di Jakarta, Minggu (18/9). ''Seingat saya, dia belum masuk daftar observasi Depkes. Saat ini yang masuk dalam pengawasan kami baru Mt dan salah seorang bocah usia sembilan tahun yang merupakan anak dari kerabat dekat almarhumah Rini Dina,'' kata Sumardi. Menurutnya, pasien flu burung dapat dikatakan positif apabila telah dilakukan pengambilan sampel darah sebanyak dua kali. Jika sampel darah yang diambil ternyata serologi dan PCR-nya positif, maka dia dapat dipastikan terkena flu burung. Kendati demikian, lanjut Sumardi, untuk menetapkan SL terindikasi kena virus flu burung, harus ada hasil uji laboratorium dari Hong Kong. ''Jika belum ada pengumuman dari sana, belum dapat dikatakan positif. Meski demikian, pasien tersebut kami perlakukan seolah-olah sudah mengidap flu burung,'' ujarnya. Saat ditanya apakah ada kemungkinan SL terjangkit virus mematikan itu melalui hewan unggas, Sumardi menjelaskan, untuk dapat tertular dia juga harus memiliki riwayat kontak dengan penderita flu burung. ''Kalau soal terjangkit lewat unggas, bukan wewenang saya untuk ngomong. Untuk jelasnya, lebih baik ditanyakan ke Departemen Pertanian.'' Sebelumnya tersiar kabar SL telah melarikan diri dari Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta, tempat dia dirawat. Kabar itu diperoleh dari informasi wartawan yang telah terlebih dahulu memantau perkembangan pasien flu burung di rumah sakit tersebut. Namun saat Suara Merdeka melakukan konfirmasi, pihak rumah sakit tidak bersedia memberikan keterangan. Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon selulernya SL enggan memberikan keterangan. Teknisi sebuah perusahaan pengerukan pantai itu bahkan terkesan tidak suka dihubungi wartawan. Dia tidak mau diwawancarai seputar kondisi kesehatannya. Demikian halnya dengan keberadaannya saat ini. ''Nggak usah-nggak usah, saya nggak mau jawab,'' tukasnya sembari memutus hubungan telepon. Belum Laporan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dokter Budihardja DTM & H MPH mengaku belum menerima laporan adanya warga Mranggen yang diduga terjangkit flu burung. Jika ditemukan kasus warga terkena flu burung, pihaknya akan segera menindaklajuti. Menurut dia kemungkinan tertular antarmanusia sangatlah kecil, sehingga pihak keluarga tidak perlu khawatir akan tertular. Penularan flu burung, ujar Budihardja, dapat terjadi melalui udara. Dengan menghirup udara yang terkontaminasi kotoran unggas pengidap flu burung, seseorang bisa tertular. "Jadi tidak usah takut untuk mengonsumsi ayam. Kalau sudah dimasak ya tidak masalah daging ayam tersebut dikonsumsi.'' Tentang dugaan SL tertular langsung oleh ayam yang dia konsumsi, Budihardja belum bisa memastikan. Kepala DKK Demak dokter H Budi Suprijatno mengaku telah mendengar adanya warga Mranggen yang sedang mendapat perawatan medis karena diduga terkena flu burung. Namun, belum diperoleh kepastian, apakah SL benar terkena penyakit mematikan tersebut. Minggu (18/9), pihaknya telah menugaskan Kasi Pemberantasan Penyakit Menular, Srihartanto, untuk melakukan kajian epidemologi di rumah SL dan warga yang tinggal di sekitarnya. ''Saya mengimbau, masyarakat tidak usah terlalu panik, sebab hal itu masih dalam dugaan, belum ada kepastian.'' Secara terpisah, Srihartanto menjelaskan, hasil kajian epidemologi baru bisa diketahui Senin (hari ini-Red). Menurut informasi yang dia peroleh, di dekat tempat tinggal SL ada peternakan ayam. ''Akan tetapi apakah sumber virusnya dari sana, masih akan dikaji lebih mendalam. Maaf, saat ini kami belum bisa memberi keterangan lebih jauh.'' (aih,H1,lin,H6-14v) | ||||