logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 September 2005 NASIONAL
Line

Benson Beri Harapan ke Final

  • PSIS Pukul Persebaya 1-0

EKSPRESI KEGEMBIRAAN: Esaiah Pello Benson mengekspresikan kegembiraannya dengan mengangkat tangan, setelah membobol gawang Persebaya pada menit 79 dalam pertandingan babak 8 besar Liga Djarum Indonesia 2005 di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (18/9). PSIS memenangkan pertandingan 1-0 atas Persebaya. (57v)

JAKARTA- PSIS membuka peluang melangkah ke final Liga Indonesia 2005. Pada laga kedua babak delapan besar Grup Jakarta yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, semalam, mereka berhasil merebut tiga poin dengan menaklukkan Persebaya Surabaya 1-0. Gol yang dicetak Esaiah Pello Benson menit ke-79 menjadi penentu kemenangan tim arahan Bambang Nurdiansyah itu, sekaligus menutup rapat peluang Persebaya.

Keputusan Bambang Nurdiansyah menarik Diallo Abdoulaye Djibril menit 33 dan menggantikannya dengan Anthony Jommah Ballah sangat tepat. Ballah menjadi kunci terciptanya gol Benson dengan assist-nya yang matang.

Bermula dari umpan Emmanuel de Porras dari luar kotak penalti, Ballah dengan cermat meneruskannya kepada Benson yang berdiri bebas di dalam kotak penalti sebelah kanan. Benson yang tinggal berhadapan dengan kiper Persebaya, Zeng Cheng melepaskan tembakan keras. Bola bersarang di sudut gawang.

Meski tampil tak sebaik kala laga pertama melawan Persija Jakarta, hasil akhir itu sangat pantas bagi Porras dan kawan-kawan. PSIS tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan pada saat Mursyid Effendi cs sedang menurun performanya, terutama lini belakang mereka. Beberapa kali peluang emas dihasilkan skuad Mahesa Jenar pada babak pertama dan kedua, namun selalu kandas oleh penampilan Zeng Cheng.

Tercatat, tiga kali penjaga gawang yang tampil dalam laga perdananya setelah absen dalam laga melawan PSM Makassar itu mementahkan peluang emas PSIS. Pada menit ke-30, tendangan jarak dekat Hari Salisburi yang berawal dari tusukan Khusnul Yakin berhasil ditepisnya. Khusnul yang kemarin bermain bagus ketika menggantikan Indriyanto Nugroho, juga mencetak peluang pada menit ke-35 dengan sundulannya. Sayang, bola berhasil ditepis Zeng Cheng.

Pemain Terbaik

Ballah yang menjadi pemain terbaik dalam laga kemarin, juga hampir mencetak gol lewat tendangan kerasnya 10 meter di luar kotak penalti. Namun, bola yang mengalir deras ditepis Zeng Cheng dan hanya berbuah tendangan pojok. Sundulannya pada menit 68 menyambut bola dari tendangan bebas Hari, gagal menjadi gol karena membentur mistar gawang.

Persebaya juga nyaris mencetak gol saat tendangan bebas yang dilepaskan Uston Nawawi menit 54 membentur mistar gawang I Komang Putra. Sebelumnya, pada menit awal babak kedua, salah pengertian antara M Ridwan dan Fofee Kamara menjadi peluang emas. Namun, tendangan Michel Adolfo yang sudah sendirian di depan gawang berhasil diblok I Komang Putra.

Selain penampilan para pemain, kepemimpinan wasit Jimmy Napitupulu (Jakarta) yang bertugas semalam patut mendapatkan pujian. Keputusan wasit FIFA tersebut tegas dan adil, sehingga permainan berkembang dan nyaman ditonton. Hal itu berbeda jauh dengan kepemimpinan Suaidi Yunus pada laga perdana PSIS.

Bahkan, pengakuan atas kepemimpinan Jimmy juga diberikan kubu Persebaya yang kalah. Menurut manajer Saleh Mukadar dan pelatih Jacksen F Tiago, keputusan-keputusan Jimmy adil dan tak berat sebelah.

''Wasit bertugas dengan baik. Mau apalagi, PSIS memang tampil lebih baik,'' kata Jacksen.

Dengan kemenangannya itu, PSIS kini berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup Jakarta dengan nilai tiga, hasil dari satu kali kalah dan satu kali menang.

Sedangkan Persija yang ditahan imbang 1-1 oleh PSM Makassar berada di puncak dengan nilai empat. (aim, wgm, G20-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA