| Senin, 19 September 2005 | INTERNASIONAL |
Talib Gagal Sabotase PemiluKABUL - Rakyat Afghanistan tetap berduyun-duyun mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) Minggu kemarin, meskipun para pejuang Talib berusaha menyabotase pemilu tersebut. Militan Talib melancarkan sejumlah serangan di Afghanistan tenggara saat pemilu legislatif pertama dalam beberapa puluh terakhir itu diselenggarakan. Dua roket ditembakkan ke kantor PBB di Kabul, tak lama setelah TPS dibuka. Namun hanya sebuah roket meledak. Setidaknya seorang pekerja Afghan terluka dalam insiden itu. Komisi pemilu mengatakan pemungutan suara secara umum berlangsung damai. ''Saya sangat senang. Saking gembiranya, saya tidak bisa tidur semalam. Saya ingin segera memberikan suara dalam pemilu ini,'' kata Qari Salahuddin (21) di sebuah TPS di Kota Jalalabad, Afghanistan timur. Sekitar 12,5 juta warga Afghan terdaftar sebagai pemilih. Pemilu tersebut merupakan pemilihan anggota legislatif yang pertama sejak 1969. Pelaksanaanya adalah sebuah komisi gabungan antara Afghanistan dan PBB. Biaya penyelenggaraan pemilu itu mencapai 159 juta dolar AS (sekitar Rp 1,59 triliun). ''Pemilihan berlangsung tenang di sebagian besar daerah. Para pemilih membanjiri TPS-TPS,'' kata Peter Erben, anggota komisi pemilu. Presiden Hamid Karzai mengatakan pemilu legislatif itu menunjukkan Afghanistan telah meninggalkan konflik yang memorakporandakan negara itu selama puluhan tahun.(rtr-ben-25) |