| Senin, 19 September 2005 | INTERNASIONAL |
Pemulihan Hubungan AS-Libia Makin DekatNEW YORK - Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice mengatakan bahwa Amerika bersedia mempererat hubungan dengan Libia, yang dulu merupakan musuh bebuyutannya. Sejalan dengan itu, Libia berjanji akan lebih gigih memerangi terorisme. Rice bertemu dengan Menlu Libia Mohammed Abdel-Rahman Shalgam, di sela-sela sidang Majelis Umum PBB, Sabtu lalu. Keduanya membahas perluasan kerja sama bilateral di banyak bidang, termasuk isu-isu HAM dan kontraterorisme.''Kami melakukan diskusi yang sangat baik mengenai hubungan Libia-AS. Hal ini akan membuat hubungan di antara kedua negara akan semakin baik,'' kata Rice, setelah bertemu dengan Menlu Libia itu. Meskipun AS menjanjikan kerja sama yang lebih baik dengan Libia, Washington belum memulihkan hubungan diplomatik dengan Tripoli. Hal itu menunjukkan, Libia harus berbuat lebih banyak untuk menegakkan HAM dan demokrasi. ''Kami belum membuat pengumuman baru,'' kata juru bicara Deplu AS Sean McCormack. Rice menekankan pentingnya reformasi demokratis di Libia. Dia juga mempersoalkan beberapa masalah HAM. Di samping itu, Libia masih masuk dalam daftar negara pendukung terorisme. Shalgam memuji upaya untuk meningkatkan kerja sama kedua negara, meskipun hubungan diplomatik kedua negara belum pulih. Hubungan diplomatik kedua negara terputus lebih dari 20 tahun lalu. Menlu Libia itu menegaskan komitmen Tripoli untuk memerangi terorisme dalam segala bentuk. Menurutnya, Libia menentang tindakan-tindakan terorisme internasional yang mengorbankan warga sipil.(rtr-ben-25) |