| Senin, 19 September 2005 | INTERNASIONAL |
Iran Menggertak IAEATEHERAN - Iran menggertak Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk tidak membawa isu nuklir Republik Islam itu ke Dewan Keamanan PBB. Jika isu itu tetap dibahas di DK PBB, Teheran mengancam akan memulai proses pengayaan uranium. Pengayaan uranium adalah bagian paling penting dalam siklus bahan bakar nuklir. Uranium yang levelnya telah ditingkatkan bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) atau membuat bom nuklir. Iran mengatakan berhak menjalankan program nuklir, sebagai negara penanda tangan traktat nonproliferasi nuklir (NPT). Terlebih lagi, program nulirnya itu untuk kepentingan damai atau PLTN. Namun Amerika Serikat mencurigai Iran berusaha membuat senjata nuklir. Dewan gubernur IAEA yang terdiri atas 35 anggota bertemu dengan Washington dan Uni Eropa (UE) di Wina Senin ini. Mereka akan melakukan voting untuk memutuskan apakah isu Iran tersebut harus dibahas di DK PBB atau tidak. Jika isu nuklir Iran dibawa ke badan tertinggi PBB itu, ada kemungkinan Teheran dikenai sanksi. ''Saran kami kepada IAEA adalah mengaji masalah Iran secara logis dan realistis, agar tidak membuat kasus itu makin rumit,'' kata Hamid Reza Asefi, juru bicara Deplu Iran, dalam konferensi pers mingguan. ''Kami belum memulai proses pengayaan uranium. Namun semuanya bergantung pada hasil pertemuan IAEA besok,'' tambahnya. Menlu Inggris Jack Straw kemarin mengungkapkan kekecewaannya terhadap pidato Ahmadinejad mengenai program nuklir Iran. Juru bicara UE mengatakan, pidato presiden Iran itu tidak memberikan pilihan lain kepada Eropa kecuali membawa isu nuklir Teheran ke DK PBB. Tekanan internasional meningkat terhadap Iran sejak Republik Islam itu memulai aktivitas konversi uranium di kompleks Isfahan bulan lalu. (rtr-ben-25) |