| Senin, 19 September 2005 | INTERNASIONAL |
Tawanan Guantanamo Mogok MakanWASHINGTON - Sekitar 200 tawanan melakukan aksi mogok makan di penjara militer AS, Teluk Guantanamo, Kuba. Aksi itu membuat repot para komandan senior. Mogok makan itu juga menjadi tantangan serius militer AS dalam menangani ratusan tersangka terorisme. Harian The New York Times melaporkan, Minggu kemarin, lebih dari sepertiga penghuni kamp tawanan itu menolak makan selama beberapa pekan terakhir. Sejumlah pejabat dan pengacara yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, para tawanan itu memprotes kondisi tahanan dan masa penahanan yang diperpanjang tanpa proses pengadilan. Pejabat militer AS menyebutkan jumlah tahanan yang mogok makan mencapai 105 orang. Pejabat itu menambahkan, 20 di antara tahanan dalam kondisi kesehatan yang buruk dan daya tahan hidupnya terancam. Para tawanan yang sakit keras itu ditahan di beberapa klinik kesehatan kamp tahanan tersebut. Keadaan kesehatan mereka sangat buruk, sehingga mereka harus diinfus untuk tetap bertahan hidup. Pihak militer berusaha keras mengakhiri aksi mogok makan sebelumnya pada musim panas ini. Berbagai cara telah dilakukan. Antara lain, mereka membentuk sebuah komite yang bertugas menangani keluhan para tawanan. Komite itu beranggotakan enam orang. Kendati demikian, segala usaha militer AS itu tidak membuahkan hasil yang positif. Para tawanan tetap tidak puas dengan kondisi tahanan. Terlebih lagi, mereka ditahan tanpa diadili terlebih dulu.(ant-ben-25) |