logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 September 2005 INTERNASIONAL
Line

Merkel Bersaing Sangat Ketat dengan Schroeder

BERLIN - Pemilu di Jerman digelar Minggu kemarin dengan persaingan amat ketat di antara dua kandidat, Angela Merkel dari Partai Demokrat Kristen melawan Kanselir Jerman Gerhard Schoeder dari Partai Demokrat Sosial.

Massa mengambang diperkirakan mencapai satu juta pemilih. Kelompok pemilih massa mengambang ini bakal menjadi penentu hasil pemilu kali ini. Pemilu ini bukan hanya berdampak di Jerman saja, tetapi juga memiliki implikasi besar bagi reformasi ekonomi di Eropa.

Merkel diprediksi akan tampil sebagai kanselir perempuan pertama Jerman menggantikan Schroeder. Jerman telah mengalami tujuh tahun masa kepemimpinan Schroeder dengan pemerintahan Demokrat Sosial dan Partai Hijau berhaluan kiri-tengah.

Namun, jumlah massa mengambang yang cukup besar itu membuat hasil pemilu kali ini sulit diprediksi. Masih belum jelas, apakah Merkel akan dapat mengantongi cukup suara untuk membentuk pemerintahan koalisi kanan-tengah. Kandidat perempuan ini berulang kali menandaskan, pemerintahan kanan-tengah dibutuhkan untuk mendorong reformasi ekonomi Jerman.

''Saya bingung harus memilih siapa. Belum pernah sesulit ini untuk menentukan calon pilihan,'' kata Bettina Quentin (39), seorang petugas medis sesaat sebelum memasuki tempat pemungutan suara di Berlin timur.

''Kebijakan kesehatan dan pengangguran adalah isu terpenting buat saya. Pada akhirnya, saya memilih politikus yang paling saya percayai. Namun, saya tidak percaya 100 persen pada mereka,'' kata dia.

Koalisi Besar

Apabila Merkel tidak dapat membentuk aliansi sebagaimana diinginkannya, dia kemungkinan terpaksa akan berbagi kekuasaan dengan partai Demokrat Sosial-nya Schroeder dalam suatu ''koalisi besar'' (grand coalition). Koalisi semacam ini sangat dikhawatirkan pasar karena diduga akan menghambat reformasi. Schroeder telah memulai reformasi ekonomi, sementara Merkel ingin mempercepat.

Bagi Jerman dan Eropa, pemilu ini memiliki makna penting. Bagi pemimpin baru nantinya, problem-problem di depan akan sangat berat.

Sekitar lima juta warga Jerman saat ini dalam status pengangguran, sistem dana pensiun negeri itu nyaris terperosok dalam krisis, pemerintah menerapkan sistem uang ketat. Pertumbuhan ekonomi yang dulu terdepan di Eropa kini menjadi yang paling tertinggal di benua itu.

Pengamat mengatakan, apabila Jerman berhasil mendorong reformasi, hal itu bisa menjadi model bagi perubahan di seluruh Eropa.

Politikus Tegar

Hasil survei memperlihatkan, sebagian besar warga Jerman percaya sistem saat ini perlu berubah. Namun, mereka sangat tidak yakin tentang seberapa jauh perubahan itu dan bagaimana berbagi beban untuk mendorong reformasi.

Pada Minggu pagi, truk-truk siaran televisi dan para awak kamera memenuhi tempat-tempat di sekeliling gedung parlemen.

Hasil sementara diperkirakan sudah diperoleh Senin pagi ini. Namun, jika perolehan suara berimbang, hasil akhir akan sangat bergantung pada perolehan suara di satu distrik di Kota Dresden. Di distrik ini, pemilu ditunda sampai 2 Oktober karena salah seorang kandidat meninggal.

Merkel (51) dikenal sebagai politikus tegar dari eks Jerman timur komunis. Bagi dia, kemenangan ini bakal menjadikannya sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di Eropa. Merkel terjun ke dunia politik 15 tahun lalu setelah ambruknya Tembok Berlin.

Namun, kampanye Schroeder (61) ternyata juga masih sanggup mengguncang kubu lawannya. Dia melontarkan kemungkinan bahwa Partai Demokrat Sosial akan bisa menyelamatkan pemilu ini bahkan seandainya dia turun.

Program reformasinya, bertajuk ''Agenda 2010'' termasuk upaya paling ambisius untuk merombak sistem keamanan sosial yang sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun lamanya.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA