SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 15 September 2005

- Ada tanda-tanda stabilitas ekonomi membaik dalam beberapa hari terakhir. Setidak-tidaknya hal itu terlihat dari menguatnya kembali nilai tukar rupiah sampai mendekati Rp 10.000/dolar AS serta meningkatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Kini indeks sudah di atas level psikologis 1.100. Padahal, pada akhir Agustus lalu sempat turun hingga 994.

 

- Makin terang saja jejak para anggota legislatif yang ditengarai "nyambi" menjadi "calo" untuk kelancaran pencairan dana pascabencana ke daerah kabupaten. Badan Kehormatan (BK) DPR telah mengumpulkan informasi-informasi terkait dengan sejumlah nama yang diduga melakukan praktik makelar dana bantuan. Indikasi tersebut mencuat justru dari kalangan dalam legislatif.

SALAH satu problem yang muncul dalam penyelenggaraan pilkada adalah tafsir atas regulasi yang berbeda-beda antarpihak yang terkait. Perbedaan tersebut terlihat menonjol dalam tafsir tentang "hari ". Perbedaan tafsir itu menjadi problem karena dua hal. Pertama, terdapat perbedaan ketentuan tentang waktu dalam regulasi pilkada.

MESKI sudah berubah status menjadi Perusahaan Umum (Perum), Bulog masih tetap melaksanakan fungsi public service obligation (PSO) dan lembaga komersial. Undang-undang (UU) No 7/1996 tentang pangan, mengamanatkan agar Bulog tetap menjalankan tugas logistik di bidang pengadaan, penyimpanan dan penyaluran beras sebagai komoditas pangan pokok.

INTERNET saat ini sudah menjadi kebutuhan banyak orang, termasuk di kampus. Masuknya internet ke kampus sebenarnya bukan barang baru lagi, namun belum semua perguruan tinggi memanfaatkan hal tersebut. Padahal terdapat banyak manfaat dari jaringan ini.

Terlepas dari protes keras, kritik dan demo yang ditujukan ke PLN akhir-akhir ini akibat pemadaman sepihak, dampaknya sangat besar yaitu kerugian yang diderita berbagai lapisan masyarakat. Ironisnya belum ada titik terang kejelasan penyebab utamanya. Yang ada hanya retorika ngalor ngidul.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA