| Kamis, 15 September 2005 | PANTURA |
Pasar dan Terminal Doro Perlu DitataKAJEN-Searah dengan perkembangan Kecamatan Doro sebagai daerah penyangga di Kota Kajen, beberapa pihak menilai perlu segera dilakukan penataan terhadap pasar dan terminal Doro. Pasalnya, terminal yang terletak bersebelahan dengan pasar dinilai sudah tak layak dan semrawut. Warga yang ditemui Suara Merdeka mengatakan, pada jam kerja pagi hingga siang, lokasi pertigaan Doro di sekitar terminal dan pasar terlihat semrawut. Selain mobil dan kendaraan yang parkir seenaknya, banyak penjual yang berjualan menjorok hampir ke tengah jalan. " Kalau lewat disana rasanya jengkel, selain semrawut, mobil maupun pedagang sering mangkal seenaknya,"ujar Rusdi (49), warga Doro. Hal senada disampaikan oleh Hani (15), pelajar SMU dari Doro. Di pertigaan pasar dan terminal Doro, masyarakat selalu sulit untuk lewat karena jalanan hampir dipenuhi oleh mobil yang parkir. "Seharusnya pemerintah menata sekitar terminal agar tidak semrawut,"paparnya. Sementara itu beberapa pedagang saat dimintai pendapatnya mengatakan hanya mengikuti kebiasaan saja. "Dari dulu kami selalu berjualan disini, yang lainnya juga seperti itu, jika mau ditata ya kami lebih senang tapi harus semuanya yang ditata,"kata Darno (48), pedagang pisang yang sering mangkal di depan terminal Doro. Dia mengaku pernah mendengar dari petugas pasar bahwa ada rencana penataan secara terpadu dari mulai pertokoan, pedagang buah dan terminal. Namun sampai saat ini belum juga terealisasi Sudah Direncanakan Kepala Pasar Doro Johan kepada wartawan beberapa waktu lalu membenarkan, penataan terminal dan Pasar Doro memang sudah direncanakan. "Namun entah kenapa sampai saat ini belum jelas ,"ujarnya. Proyek penataan terminal dan pasar Doro diawali dengan pembangunan ruko doro Plaza Indah. Namun proyek yang tahun 2004 yang tangani Johan melalui CV Chakra Buana Utama (CBU) itu tak kunjung selesai. Belum lama ini Pemkab bahkan mencabut SK Bupati tentang izin pembangunan yagn ditangani oleh CBU. Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Drs Mujiyanto mengatakan, penataan terminal Doro dalam perubahan anggaran beberapa waktu lalu sudah direncanakan. Namun saat ini pihaknya mengaku tengah berkonsentrasi menyelesaikan masalah angkudes jurusan Kedungwuni-Doro-Kajen. Seperti yang pernah di beritakan, beberapa awak angkudes Kedungwuni-Doro-Kajen menuntut perluasan trayek ke Kandangserang,dengan alasan jumlah armada yang lewat ke Doro, Kedungwuni dan Kajen terlalu banyak. Sementara di jalur itu selama ini sudah ada dokar. Dia berharap semua pihak khususnya para awak angkudes di jurusan itu mau melihat kepentingan bersama sehingga permasalahan trayek di jalur itu bisa segera diselesaikan.(G16-52) |