logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 September 2005 OLAHRAGA
Line

Ratusan Bonek Adang KA Kertajaya

SURABAYA- Benar-benar bondo nekat (Bonek). Itulah potret suporter fanatik Persebaya Surabaya. Bagaimana tidak? Karena tak mampu membayar tiket kereta api (KA), ratusan Bonekmania menghadang KA Kertajaya jurusan Stasiun Pasar Turi Surabaya - Stasiun Pasar Senen Jakarta yang akan berangkat ke Jakarta. Akibatnya, jadwal keberangkatan KA itu terlambat satu jam.

Rabu (14/9) siang kemarin, ratusan Bonekmania memadati Stasiun Pasar Turi. Mereka ingin berangkat ke Jakarta dengan KA Kertajaya. KA ini kelas ekonomi. Berdasar ketentuan tarif yang berlaku, per penumpang dikenai tarif sebesar Rp 47.500. Namun, setelah Kepala Stasiun Pasar Turi Abdurrahman berkoordinasi dengan bagian penjualan PT KAI Daops VIII, diputuskan ada pemotongan tarif.

Maksudnya? Khusus Bonekmania yang akan berangkat ke Jakarta dengan KA Kertajaya tak dikenai tarif Rp 47.500, tapi tarif khusus anak-anak yang besarnya Rp 37.500. Ternyata dengan nilai tarif sebesar itu, ratusan Bonekmania belum mampu membayar. Mereka inginnya membayar tarif KA dengan nilai sangat rendah, Rp 29.000. Bahkan, kalau mungkin digratiskan.

"Kami tak mungkin memberi tarif lebih rendah dari Rp 37.500. Sebab, dari sisi biaya operasional, tarif sebesar itu sangat mepet," katanya.

Karena tak bisa membeli tiket KA, otomatis Bonekmania tak mungkin naik KA Kertajaya. Para suporter fanatik Persebaya ini terus berkerumun di Stasiun Pasar Turi. Banyak di antara mereka mengadang laju KA Kertajaya. Harapannya, mereka bisa naik KA tersebut di luar stasiun.

Namun, aksi mereka dihalau petugas kepolisian. Sebanyak 300 personel dari Polwiltabes Surabaya, Polresta Surabaya Utara, dan Brimob diterjunkan untuk menghalau Bonekmania dan memagar betis agar KA Kertajaya bisa bergerak keluar dari Stasiun Pasar Turi tanpa gangguan. Akhirnya, KA kelas ekonomi

ini baru bisa berangkat sekitar pukul 16.00 atau terlambat sejam dari jadwal semestinya.

Balok Kayu

Gangguan yang dilakukan oknum Bonekmania tak hanya di lingkungan sekitar Stasiun Pasar Turi. Mereka juga menghambat laju KA dengan cara menempatkan balok-balok kayu ukuran besar, bekas bantalan rel KA, di lintasan rel. Untungnya, aksi ini cepat diketahui petugas, sehingga balok-balok kayu itu disingkirkan sebelum KA lewat.

Sebenarnya, para korwil Bonekmania dari Yayasan Suporter Surabaya (YSS) sudah stand by di Stasiun Pasar Turi sebelum Bonekmania datang. Para korwil ini mengimbau Bonekmania tak melakukan pengadangan KA.

Para korwil itu mengajak Bonekmania ngluruk ke kediaman Wali Kota Bambang DH. Tujuannya, meminta sangu orang pertama di Pemkot Surabaya untuk ongkos berangkat ke Jakarta.

Sebab, kelompok suporter PSM Makassar juga mendapat bantuan dari walikota setempat.

Ketua YSS, Wastomi Suheri yang turut memantau situasi di Stasiun Pasar Turi mengatakan, sejak awal dia meminta kepada Bonekmania yang tak memiliki ongkos cukup agar tak berangkat ke Jakarta. Tujuannya, agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama di perjalanan dan Jakarta.

"Kita ingin menjaga nama baik Bonekmania secara keseluruhan. Jangan sampai rusak karena masalah ini," tegas Wastomi. Dia menambahkan, "Saya mendukung pencekalan Bonekmania yang tak memiliki uang agar tak diperbolehkan berangkat."

Sementara itu, Abdurrahman menambahkan, keterlambatan jadwal pemberangkatan KA Kertajaya tak sampai mengakibatkan gangguan terhadap jadwal keberangkatan atau kedatangan KA lainnya.

"Keterlambatan ini hanya mengubah titik pertemuan dengan KA lain yang berlawanan arah dengan KA Kertajaya. Sedang jadwal pemberangkatan KA lainnya sama sekali tak terganggu." (G14-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA